Seri Belajar Filsafat Pancasila 7

0 Komentar

Begitupun Negara dan Bangsa Indonesia, dibangun di atas fondasi yang kukuh kuat.
Fondasi yang mampu menahan beban bangunan Negara-Bangsa, masyarakat Indonesia yang berbagai suku bangsa, agama, budaya dan bahasa. Untuk berkembang mengantarkan Bangsa Indonesia menjadi negara maju dan mampu mensejahterakan rakyatnya. Fondasi yang berakar-menghujam dalam ke dalam sanubari rakyat Indonesia. Fondasi yang berasal dari sari pati kearifan lokal Bangsa Indonesia.
Jika agama yang dijadikan fondasi dasar negara Indonesia, ada enam agama di Indonesia. Maka setiap agama akan mengklaim agama-nya lah yang paling pas untuk dijadikan dasar negara. Dan ini akan menjadi titik mula atau pemicu konflik.
Nah fondasi yang paling tepat dan pas serta sesuai dengan kondisi Bangsa Indonesia adalah Pancasila. Pancasila digali oleh para funding fathers Bangsa Indonesia yang berasal dari sari pati budaya dan kearifan lokal Bangsa Indonesia. Pancasila adalah common denominator atau penyebut yang sama atau sifat yang sama bagi seluruh Rakyat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila adalah sama dan sebangun (compatible) dengan nilai Pancasila. Namun demikian, Pancasila tidak bisa menjadi subtitution atau pengganti dari agama.
Karena agama dan Pancasila berbeda dari sisi sumbernya. Sumber agama adalah wahyu, sementara Pancasila adalah nilai-nilai dan budaya lokal (kearifan lokal) yang berasal dari budaya Bangsa Indonesia sendiri. Ketika kita berbuat baik kepada sesama, maka perbuatan tersebut dinilai baik menurut Pancasila dan menurut agama kita masing-masing.
Jadi intinya, bagaimana kita mendefinisikan Pancasila sebagai dasar negara. Yang menjadi panduan hidup bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pancasila menjadi dasar bagi semua perangkat kehidupan bernegara dan berbangsa. Dalam aspek kehidupan beragama, maka agamalah menjadi acuan utamanya.
Demikian, semoga bermanfaat. Mari kita diskusikan dan semoga bermanfaat. Wallahualam bishawab.. Afwan Salam Kang Marbawi.

Laman:

1 2
0 Komentar