Dunia Versi G7

Dunia Versi G7
0 Komentar

Lihatlah tujuh kesepakatannya: 1. Setuju menghibahkan 1 miliar dosis vaksin untuk negara miskin, 2. Menyetujui perusahaan teknologi multinasional seperti Facebook dan Amazon harus membayar pajak 15 persen ke negara tempat mereka beroperasi, 3. Melawan perubahan iklim dengan menyediakan anggaran $100 miliar, 4. Mendesak menghentikan perang di Ethiopia.

Dan tiga poin khusus dialamatkan ke Rusia dan Cina: 5. Melakukan investigasi lanjutan terhadap asal-usul Covid-19 di Wuhan dan dugaan pelanggaran HAM etnis Uighur, 6. Menghentikan praktik senjata kimia dan serangan Cyber oleh Rusia, 7. Membuat skema pembiayaan untuk negara berkembang dan miskin sekaligus menantang Cina meghentikan praktik bantuan Cina melalui proyek OBOR (One Belt One Road).

Tapi tidak disebutkan berapa biaya iuran 7 negara itu untuk mengumpulkan dana menyaingi proyek OBOR Cina. Sebaliknya, mereka menunjukkan bahwa Cina sangat diperhitungkan tujuh negara itu. Bahkan mungkin dianggap ‘berbahaya’. Mengancam dominasi mereka.

Baca Juga:Viral di Medsos, Wisatawan Keluhkan Mahalnya Tiket Wisata Hutan Kertas KarawangErick Thohir Menyapa: Fast Break Menuju Generasi Emas BUMN

Mereka ingin disebut hero atas kebaikannya memnghibahkan vaksin, pencegahan perubahan iklim dan penegakan hak asasi manusia di Ethiopia serta pembelaan muslim Uighur.

Mungkin dengan cara ini G7 bisa mengambil hati negara-negara kecil dan miskin yang sudah kepincut ‘kebaikan’ OBOR Cina.

Juga kebijakan pajak 15 persen untuk perusahaan multinasional tentu akan menggembirakan berbagai negara. Mungkin itulah hebatnya G7. Sebab perusahaan teknologi multinasional besar, ya dari negara G7 juga. Padahal Cina sudah melakukan duluan terhadap Alibaba milik Jack Ma.

Bagaimana posisi Indonesia? Anda sudah tahu, dengan negara mana Indonesia mesra. Program bantuan dari mana yang kita tarik.

Detilnya, akan ditindaklanjuti dalam pertemuan G20 Juli mendatang. Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dipastikan hadir. Pertemuan itu dihadiri para menteri keuangan dari 20 negara. Indonesia di dalamnya. Pasti akan membahas hasil kesepakatan G7.

Bagitulah dunia bagi mereka. Negara yang sudah kaya. Demikian mudah membuat skema dan mengatur negara lain dengan cara ‘halus’. Tentu Cina langsung bereaksi keras. “Tidak boleh ada segelintir negara mengatur dunia,” ujar seorang Jubir kedutaan Cina di London, Inggris.

Mereka yang sudah kaya, kadang-kadang membuat drama: Tidak ribut, tidak asik. Lalu buatlah keributan kecil. Biar seru. Lalu mereka tertawa dan terhibur.

0 Komentar