Mustafa Kemal Ataturk Menyakiti Islam! MUI DKI Menolak Jadi Nama Jalan

Mustafa Kemal Ataturk Menyakiti Islam! MUI DKI Menolak Jadi Nama Jalan (foto: K.H Munahar Muchtar)
Mustafa Kemal Ataturk Menyakiti Islam! MUI DKI Menolak Jadi Nama Jalan (foto: K.H Munahar Muchtar)
2 Komentar

Mustafa Kemal Ataturk Menyakiti Islam, MUI DKI Menolak Jadi Nama Jalan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar menjelaskan bahwa ia menolak pemberian nama tokoh sekuler, Mustafa Kemal Ataturk sebagai nama jalan di Jakarta.

Munahar menegeaskan, sebaiknya pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengkaji secara benar rencana pemberian nama Jalan Mustafa Kemal Ataturk.

Ramainya wacana pembuatan jalan di Jakarta dengan nama Mustafa Kemal Ataturk atas nama pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta, pertama meminta kepada pemerintah agar berpikir ulang untuk menamakan jalan atas nama Mustafa Kemal Ataturk,” ucap Munahar dalam videonya, dikutip Selasa (19/10/2021).

Baca Juga:Deadlock APBD-P 2021 Pemkab Subang Ada Motif Lain? Begini Analisa Pengamat KebijakanOptimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri, Membuka Kesempatan Berusaha dan Bekerja Serta Pemerataan Pembangunan

Tentu saja bukan tanpa alasan, Munahar menilai Mustafa Kemal Ataturk merupakan tokoh sekuler yang sudah menyakiti ummat Islam.

Pasalnya, di masa kepemimpinannya, dia merubah kesultanan Turki menjadi negara sekuler dan menjauhkan masyarakat dari syariat Islam.

Mustafa Kemal Ataturk Menyakiti Islam, MUI DKI Menolak Jadi Nama Jalan

Kita tahu sepak terjang seorang Mustafa Kemal Ataturk, dia adalah tokoh sekuler, yang banyak menyakiti umat Islam sepanjang kepemimpinannya di Turki. Dialah orang yang meminta bahkan memaksa umat Islam, agar mengganti Alquran dengan bahasa Turki mengganti azan dengan bahasa Turki, dan saat memimpin banyak ulama dan tokoh Islam yang dibunuh karena berseberangan dengannya,” kata Munahar.

Karena itu, sebagai umat Islam mayoritas di Indonesia ini, utamanya di Kota Jakarta kami atas nama pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta menolak tegas jikalau ada atau dengan wacana atas nama jalan Mustafa Kemal Ataturk. Yang kedua atas nama putra Betawi pun demikian karena Betawi identik dengan Islam,” sambungnya lagi 

2 Komentar