Maka Khusnul merencanakan pergi ke Nusakambangan. Ia akan naik bus dari Sidoarjo. Khusnul sudah tetapkan tanggal keberangkatannyi ke sana. Sudah pula dia susun apa saja yang akan dia katakan pada mereka. Dia berani. Dia pesilat Tapak Suci. (Dahlan Iskan)