General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari peran PLN dalam mendukung transisi energi melalui penguatan SDM.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga berperan dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kendaraan listrik. Melalui kolaborasi dengan SMKN 8 Bandung, kami ingin memastikan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri benar-benar terwujud,” ujar Sugeng.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang menjadi kunci keberhasilan transisi energi.
Baca Juga:Lonjakan Transaksi SPKLU 4 Kali Lipat Saat RAFI 2026, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan ListrikSetiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat
Sugeng menambahkan, keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah lain.
“Kami berharap program ini dapat menjadi role model pengembangan kompetensi kendaraan listrik di Jawa Barat, sehingga ekosistem EV dapat tumbuh secara berkelanjutan, dimulai dari dunia pendidikan,” tambahnya.
Kini, SMKN 8 Bandung tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi laboratorium nyata pengembangan kendaraan listrik. Dari ruang kelas hingga bengkel praktik, siswa tidak lagi sekadar memahami teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
