Belajar Tatap Muka Kompak Ditangguhkan, Orang Tua Kecewa

Belajar Tatap Muka Kompak Ditangguhkan, Orang Tua Kecewa
PEMAKAMANAN: Prosesi pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan di Desa Bojongjaya Kecamatan Pusakajaya, Subang. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

Dinas Pendidikan Purwakarta tak habis ide memberikan pelayanan pendidikan meskipun rencana tatap muka ditangguhkan bupati. Dinas pendidikan akan membuka klinik layanan Belajar Dari Rumah (BDR).
Hal itu untuk mengatasi masalah yang dihadapi orang tua siswa dan anak ketika mesti belajar dari rumah.
Dalam proses belajar mengajar dengan metode daring selama pandemi ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengaku sering menerima laporan adanya anak-anak yang tak terlayani pendidikan dan guru yang tak mengajar.
“Pembelajaran secara luring dan daring belum ada keluhan dari guru. Artinya saya memandang masih bisa berjalan walaupun masih tampak keluhan dari orang tua siswa tentang kejenuhan anak belajar serta orang tua yang mendampingi anak belajar dari rumah,” ujar Purwanto, Rabu (6/1).
Menurutnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka belum diizinkan karena beberapa wilayah masih masuk zona beresiko penyebaran Covid-19. Kata Kang Ipung, begitu ia kerap disapa, sistem pengajaran akan tetap berlangsung di rumah melalui metode daring dengan pengawasan orang tua.
“Kita akan siapkan materi khusus sistem belajar daring untuk mempermudah proses pengajaran meski dilakukan dari rumah,” tuturnya.
Selain itu, Disdik juga telah membina guru di wilayah masing-masing. Sekolah juga bisa membuat posko yang dekat dengan tempat tinggal murid sehingga bisa mengajar secara langsung. Tak hanya itu, guru juga dipersilakan melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk mengevaluasi hasil kerja siswa.
Kadisdik juga belum bisa memastikan kapan siswa bisa kembali ke sekolah. Sekolah baru dibuka jika kondisi pandemi sudah mereda.
“Kami juga akan mengikuti arahan dari Menteri Pendidikan yang menyatakan kegiatan di sekolah juga tidak akan dibuka sekaligus melainkan secara bertahap,” katanya.
Bupati Cellice Belum Berani Putuskan Belajar Tatap Muka
Bupati Karawang, dr Cellica Nurrachadiana mengaku belum berani memutuskan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Karawang. Sebab Karawang masih zona merah. Bahkan siaga satu Covid-19. Sehingga sekolah tatap muka masih menunggu zona aman.
“Sekolah tatap muka dikembalikan lagi ke tiap daerah. Jika kondisinya sudah aman bisa tatap muka. Tapi kondisi Karawang masih zona merah. Kami belum berani buka sekolah tatap muka,” tandasnya, Selasa (5/1).

0 Komentar