Bukit Nyomot

Bukit Nyomot
Ujicoba Paralayang di Bukit Nyomot.
0 Komentar

Kini landasan terbang layang pun sudah dibangun. Jika Bukit Santiong, Ciater memiliki ketinggian sekitar 150 meter. Bukit Nyomot dua kali lebih tinggi yaitu 318 meter. Bahkan jadi yang tertinggi di Jabar, mengalahkan puncak Bogor yang memiliki ketinggian 250 meter.

Maka Subang akan mulai jadi tujuan wisata aerosport. Di Jabar, yang sudah mengembangkan aerosport yaitu Bogor, Sumedang, Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kuningan, Garut dan Majalengka.

Bukit Santiong atau Nyomot yang akan digunakan di perhelatan Paralayang Proprov Jabar 2022? “Dua duanya digunakan. Bukit Santiong untuk Ketepatan Mendarat (KTM),” ungkap Asep Setia Permana, Kepala Disparpora.

Baca Juga:Viral Video Bayi Baru Lahir Posisi Tangan BerdoaJuragan Alpukat Kocok, Rekomendasi Munuman Segar untuk Buka Puasa

Jika kita mencoba terbang dari bukit di Puncak-Bogor akan ditarif Rp 400 ribu bagi wisatawan domestik dan Rp 500 ribu per orang bagi WNA. Dalam sehari bisa dikunjungi 1.000 hingga 1.500 orang. Tinggal dikalikan saja berapa pendapatan wisata paralayang Puncak Bogor itu dalam sehari. Ratusan juta! Bahkan kini tiketnya sudah bisa dibeli via aplikasi online.

Maka kelak Bukit Nyomot dan Bukit Santiong bisa jadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah. Bisa dikelola melalui BUMD PT SS atau dikerjasamakan dengan pihak lain. Tapi kabarnya malah BUMD Jabar yaitu PT. Jaswita yang akan mengelola Bukit Santiong. Entah konsep kerjasamanya bagaimana. Maklum, BUMD pariwisata itu banyak uang. Dinobatkan sebagai salahsatu BUMD terbaik nasional.

Baik Bukit Santiong maupun Bukit Nyomot kini sudah bisa dilewati kendaraan roda empat hingga ke puncak bukit. Belum lama ini Ketua KONI Jabar juga sudah meninjau Bukit Nyomot itu.

Apa lagi yang ada di Bukit Nyomot? Di sana ada villa kayu tempat Kang Jimat menerima tamu di akhir pekan. Kendaraan sudah bisa diparkir di puncak bukit. Di sana, para tamu biasanya disuguhkan hidangan singkong rebus, ubi rebus, tidak lupa teh atau kopi hitam.

“Mohon maaf ini saya bangun pakai dana sendiri. Bukan pakai APBD,” kata Kang Jimat menjelaskan. Yang dimaksud Kang Jimat adalah villa, landasan terbang layang dan akses jalan menuju bukit. Dibangun pakai dana pribadi. Demikian pula dibenarkan Pj Sekda Asep Nuroni.

0 Komentar