Tatap Industri, SMK Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan

Tatap Industri, SMK Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan
0 Komentar

Namun saat ini, jika SMK ingin lulusannya berkiprah di industri yang ada di Subang mesti memperhatikan kebutuhan kompetensi kebutuhan industri yang akan ada di Subang. Minimalnya dua keterampilan baru perlu disiapkan oleh SMK. Dari 16 SMK negeri yang ada, baru 13 sekolah yang mengusulkan untuk pembukaan dua program keahlian baru.  Sementara itu dari sisi jumlah, sumber daya manusia SMK cukup banyak. Setiap tahun ada 32 ribu siswa SMK, terdiri dari kelas X, XI dan XII. Tiap tahunnya ada 8-10 ribu siswa SMK yang lulus.

Menurut Ramlis, setiap sekolah memiliki data berapa lulusan yang terserap di dunia kerja. Namun sayang, data secara global se Kabupaten belum bisa diketahui. Menurut Ramlis, angka keterserapan lulusan SMK di dunia kerja berbeda-beda. Dia mencontohkan, keterserapan lulusan SMKN 2 Subang di dunia kerja mencapai 60 persen dalam waktu satu tahun. Jurusan yang terserap hingga 10 persen yakni jurusan pelayaran. “Seolah-olah SMK itu penyumbang pengangguran terbanyak secara nasional, tapi sebenarnya itu tidak bisa digeneralkan semua sekolah. Sekolah yang banyak diminati, banyak permintaan (dari industri, red),” ujarnya.

Ramlis menggaris bawahi, SMK itu bukan hanya mencetak tenaga kerja saja untuk industri. Mereka juga disiapkan untuk menjadi wirausaha. “Untuk di Subang, peluang terbesar itu ya untuk bekerja,” katanya.(ysp/vry)

Laman:

1 2 3
0 Komentar