oleh

Konstruksi Berjalan, Bisnis Pelabuhan Patimban Lesu

SUBANG-Kontruksi pembangunan Pelabuhan Patimban masih terus berjalan. Namun dampak pandemic Covid-19 serta situasi ekonomi dan berjalannya pembangunan Pelabuhan Patimban belum berjalan maksimal dari sisi bisnis dan usaha.

Dikatakan Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi, lesunya bisnis di Pelabuhan Patimban memang tak bisa terhindarkan. Siswanto menyebut beberapa faktor diantaranya akibat pandemi Covid-19, situasi ekonomi global serta fasilitas pendukung di Pelabuhan Patimban yang masih sangat jauh.

“Kita melihat pandemi Covid-19 dan situasi ekonomi sangat berkaitan erat. Disituasi sekarang ini ya harus realistis termasuk dalam berbisnis seperti otomotif yang diandalkan dan digemborkan-gemborkan akan jadi pusatnya disini,” kata Direktur Namarin Siswanto Rusdi dalam keteranganya pada Pasundan Ekspres, Rabu (5/5).

Hematnya, dalam situasi saat ini, orang akan lebih memilih membelanjakan uang untuk kebutuhan atau untuk saving money. Termasuk soal keberlanjutan bisnis ekspor mobil di Pelabuhan Patimban. “Pasca launching itu kan sampai sekarang tak lagi terdengar kegiatan ekspor otomotif dari Patimban. Sebab, sebetulnya ini masih panjang, masih dibangun meskipun dari segi kontruksi sangat oke, hanya kan soal bisnis itu berbeda, perlu fasilitas dan juga waktu. Tidak bisa langsung tune in,” ujar Siswanto.

Apalagi, hingga saat ini proses peralihan dan transisi operator Pelabuhan Patimban juga terbilang sepi. Padahal menurutnya, semenjak PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) yang dipimpin CT Corps cs, seharusnya tak membutukan waktu lama dalam hal transisi operator Pelabuhan Patimban yang sementara kini dipegang Pelindo III.

“Malah saya mendengar kabar, PPI ini hingga sekarang juga masih menghimpun dana. Untuk menunjang fasilitas-fasilitas di Pelabuhan Patimban, tentu dana itu tidak sedikit. Jadi stop memberikan angin segar, saatnya lebih realistis,” terangnya.(ygi/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.