Komisi V Dukung Inovasi PPDB 2021, Ada Opsi Sekolah Swasta saat Daftar

Editor:

PURWAKARTA-Komisi V DPRD Jawa Barat mendukung inovasi Dinas Pendidikan yang menyediakan opsi sekolah swasta sebagai pilihan pendaftar pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc mengatakan, banyaknya minat pendaftar ke sekolah favorit selalu terjadi setiap tahun. Dampaknya, pendaftar ke sekolah negeri yang tidak favorit dan sekolah swasta tidak merata.

“Hal ini pun menjadi persoalan tersendiri,” ujar Gus Ahad, panggilan akrab Abdul Hadi Wijaya melalui rilisnya, Selasa (24/5).

Dengan adanya opsi sekolah swasta, sambungnya, maka orangtua dan siswa punya alternatif tambahan. Misalkan, pilihan pertama dan kedua di sekolah negeri, lalu pilihan ketiga di sekolah swasta.

“Opsi tersebut akan membantu karena selama ini rata-rata anak tidak tahu mana sekolah swasta yang layak dipilih,” kata Legislator Dapil Purwakarta – Karawang ini.

Politisi PKS ini menambahkan, di sisi lainnya pihak sekolah swasta pun akan terbantu dan berimbas pada meningkatnya keterisian bangku di tahun ajaran yang akan datang.

Gus Ahad menilai, semua sekolah memiliki konsep pengajaran yang baik. Namun faktanya, masih terjadi anak harus masuk ke sekolah berlabel favorit.

“Orang tuanya terobsesi. Anaknya diarahkan masuk ke sekolah favorit tersebut. Sehingga faktor psikologis dan emosional lah yang menjadi dasar dipilihnya sekolah favorit itu. Bukan pemikiran yang objektif,” ucapnya.

Untuk itu, lanjutnya, Komisi V mendorong pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di setiap wilayah memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Bahwa semua sekolah negeri itu baik. Termasuk sekolah swasta pun memiliki kualitas pendidikan yang merata dan bagus. Ini tantangan yang harus diatasi oleh dinas dan KCD,” kata Gus Ahad.

Pria berkaca mata yang dikenal tegas tapi murah senyum ini pun menegaskan, saat ini kualitas pendidikan sudah merata dan setara dengan sekolah berlabel favorit.

“Terbukti pada saat kami berkunjung ke sekolah yang tanda kutip belum favorit. Ternyata kualitas pendidikannya tidak diragukan lagi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Komisi V menekankan, pada PPDB tahun ini, kepala sekolah SMP dan MTs jangan terpaku pada label sekolah favorit.

“Kami akan terus memantau. Pekan lalu sudah ke Depok dan Kota Bogor, pekan ini kami lanjut ke Cirebon. Kami juga fokus pada persoalan sekolah berlabel favorit, karena dari tahun ke tahun masih banyak catatan,” ucapnya.(add)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.