oleh

BPIP sinergi dengan Pemprov Kaltim

 

Samarinda – Menguatkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat serta unsur masyarakat lain dalam penguatan ideologi Pancasila menjadi penting dilakukan. Sebab peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat strategis.
“Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat serta Tokoh Pendidikan menjadi sangat strategis dan penting dalam penguatan nilai nilai Pancasila” kata Drs H Sahlan Direktur Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelarihan PEmbinaan Ideologi Pancasila (PIP) pada kegiatan koordinasi BPIP dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan yang diadakan di Kantor Pemerintahan Prov. KALIMATAN Timur ini dihadiri Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesra, wakil Rektor UIN/IAIN Samarinda, Rektor Univ. Mulawarman, Rektor STIKES, Ketua MUI Kaltim, Ketua NU Kaltim, Ketua Muhammadiyah Kaltim, Tokoh agama (Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Kepercayaan). Ketua FKUB, ketua FPK, Kepala Kesbangpol Kaltim dan Tokoh Pendidikan Kaltim

Menurut Sahlan peran civitas akademika rektor, warek, Dekan , para Dosen, mahasiswa, organisasi guru, organisasi pelajar memiliki peran strategis dr rangka penguatkan ideologi Pancasila.
Sahlan menambahkan bahwa nilai nilai Pancasila itu sama dan sebangun dengan nilai semua agama.

” Peran strategis tokoh agama, masyarakat, dosen, mahasiswa, organisasi guru, organisasi pelajar sangat potensial untuk dijadikan mitra sekaligus kader pelopor, duta Pancasila khususnya di Kaltim”, terangnya

Pemerintah pusat dan daerah hrs sinergi kolaborasi, bergotong royong utk membudayaan aktualisasi Pancasila.
Karena itu menurut Sahlan perlu adanya bentuk kerjasama yg kongkrit, antara lain pembentukan Jaringan Panca Mandala, MoU antara BPIP dan Pemda Kaltim.
“Maka ini momentum yg baik dan strategis jika pada tanggal 28_30 juni nanti Gubernur, wakil Gubernur, Sekda semua tokoh terkait di atas berkenan hadir sbagi bukti nyata dukungan Pemda dalam mewujudkan PIP di kaltim” terang Sahlan sambil menjelaskan kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Kepala BPIP dan unsur Pimpinan BPIP.

Adapun materi Pembinaan PIP Kaltim meliputi:

1). Historisitas Pancasila dan Tantangan Masa Depan;

2).Nilai-nilai Pancasila bagi Bangsa Indonesia;
Peran tokoh agama, masyarakat, dosen, mahasiswa, organisasi guru, organisasi pelajar dalam menanamkan dan Implementasi nilai-nilai Pancasila;

3). Membangun Karakter Kebangsaan Berlandaskan Pancasila;

4). Pembudayaan dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila.

5. Metode Pendidikan PIP dilakukan dengan lebih inovatif, kreatif, menarik, menyenangkan, dan mengesankan tidak indoktrinasi.

“Kami berharap sinergi ini bisa terus dilakukan. Dan kami ucapkan terinakasih kepada pemprov Kaltim yang telah memfasikitasi rapat koordinasi awal kegiatan BPIP ini,” pungkas Sahlan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *