oleh

Kembali Digunakan, Bahan Peledak Dabex di Wilayah Sumedang

Kembali Digunakan, Bahan Peledak Dabex di Wilayah Sumedang. Bahan peledak pabrikan dari PT Dahana persero generasi kelima dengan nama brand DABEX kembali digunakan guna mempercepat Project Pembangunan Nasional (PSN) pembangunan Tol Cisumdawu.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan atau Tol Cisumdawu dapat diresmikan pada akhir 2021.

Adapun, Proses peledakan menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penyelesaian project yang sempat terhambat oleh medan yang cukup berat.

Aplikasi bahan peledak DABEX pada peledakan di sektor konstruksi jalan tol merupakan solusi agar pembangunan jalan tol bisa efektif dan efisien,” ujar Direktur Operasi PT Dahana Bambang Agung.

Bahan peledak PT Dahana persero generasi kelima dengan brand DABEX kembali digunakan untuk mempercepat Project Pembangunan Nasional (PSN) pembangunan Tol Cisumdawu. Foto dok Dahana
Bahan peledak PT Dahana persero generasi kelima dengan brand DABEX kembali digunakan untuk mempercepat Project Pembangunan Nasional (PSN) pembangunan Tol Cisumdawu. Foto dok Dahana

Seperti dilansir dari Jpnn, Agung menerangkan, generasi kelima bahan peledak curah dan generasi keempat sistem inisiasi bahan peledak hadir sebagai solusi terhadap dampak peledakan dan mempunyai kemampuan mengakselerasi penyelesaian proyek lebih cepat, lebih khusus lagi PSN yang banyak dikelola oleh BUMN Karya.

“Ada 4 hal yang menjadi kunci dalam mengelola dampak peledakan pada proyek konstruksi. Yang pertama yaitu teknologi bahan peledak. Yang Kedua adalah kemampuan penyediaan dan pengoperasian peralatan pendukung peledakan,” pungkas Bambang.

Lalu, yang ketiga ialah kompetensi team yang melaksanakan pekerjaan peledakan, dan keempat balutan sistem manajemen yang terukur guna menjaga kegiatan peledakan comply dengan standar yang diterapkan secara internasional.

Bahan peledak hasil rekayasa Energetic Material Center (EMC) Dahana tersebut dipergunakan untuk penurunan elevasi jalan tol dan juga pembentukan bench tol.

Terdapat pada project ini, Dahana berkolaborasi dengan BUMN Wijaya Karya dengan lama kontrak selama 3 bulan.

Lebih lanjur lagi, Pembangunan Tol Cisumdawu, bakalan menghubungkan masyarakat ke akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), dan disebut-sebut dapat mempercepat peningkatan perekonomian di Jawa Barat.

Adanya Tol Cisumdawu nanti, maka masyarakat Bandung – Majalengka bisa mengakselerasi mobilitas sampai satu jam atau bahkan kurang, Jika dibandingkan dengan sebelumnya yang memerlukan waktu 3 jam perjalanan.

Jalur Tol Cisumdawu mempunyai total 60,10 km dan dibagi menjadi 6 seksi pekerjaan yang terdiri dari,

  • Seksi I Cileunyi – Rancakalong sepanjang 11,4 km,
  • Seksi 2 Rancakalong – Sumedang 17,05 km.
  • Seksi 3 Sumedang – Cimalaka 4,05 km,
  • Seksi 4 Cimalaka – Legok 8,20 km,
  • Seksi 5 Legok – Ujungjaya 14,9 km, dan
  • Seksi 6 Ujungjaya – Dawuan 6,06 km.

Total Investasi Jalan Tol Cisumdawu menyentuh angka Rp. 14,7 triliyun dan itu berasal dari Dana APBN, dan Pinjaman Pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari Viability Gap Fund (VGF), serta juga dari investasi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol. (/Juni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *