oleh

Lagi Heboh! Ini Pengertian Jin Qorin dan Khodam Menurut Islam

Lagi Heboh! Ini Pengertian Jin Qorin dan Khodam Menurut Islam. Dalam kehidupan di dunia ini, tidak hanya manusia yang terdapat di dalamnya, tetapi juga makhluk Ciptaan Allah yang lainnya, seperti halnya juga ada bangsa Jin yang tidak terlihat secara kasat mata

Jin qorin adalah salah satu yang tak terlihat secara kasat mata, meski pada khususnya, bisa saja seseorang melihat jin jika dibuka mata bathin atau orang-orang dengan Indigo yang bisa melihat atau merasakan kehadiran jin di sekitar kehidupan kita.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa Jin berbaur dengan manusia walau tidak terlihat oleh manusia, kaum jin bisa melihat manusia, namun dari sumber yang didapatkan bahwa jin hanya bisa melihat manusia tanpa bisa mendengar apa yang diucapkan manusia

Dan dari pengalaman penulis, bahwa Jin itu ada di setiap sudut rumah atau ruangan, terlebih lagi di kamar mandi adalah tempat kesukaannya dan tulang adalah makan kesukaannya juga.

Kemudian untuk menampakkan dirinya ke manusia, perlu waktu ribuan tahun agar bisa memperlihatkan dirinya, dan ketika menampakkan wujudnya pun, jin merasa sakit, serta kabarnya manusia yang ditampakkan jin berarti dia sedang tidak baik,

Sehingga jika kita biasanya melihat berbagai jenis nama hantu, maka itu tidak lain adalah Jin yang berubah wujud. wallahu a’lam.

Terlepas dari itu semua, kita akan bahas pengertian / perbedaan Jin Qorin dan Khodam menurut Islam

Lagi Heboh! Ini Pengertian Jin Qorin dan Khodam Menurut Islam

Jin Qorin merupakan Jin yang mempunyai tugas mendampingi kita Manusia, yang ada di setiap manusia dari lahir sampai meninggal. (wallahu a’lam)

Jin Khodam yaitu Jin yang memiliki tugas untuk membantu manusia (jika manusia itu bersahabat dengan jin)

Penjelasan Jin menurut Al-Qur’an, seperti dirangkum dari Nu Online, dilansir dari buku Quraish Shihab dengan judul Jin dalam Al-Qur’an , di dalam buku itu beliau mengungkapkan pendapat Ibnu Sina (980-1037 M) yang menyebutkan bahwa jin ialah binatang dengan sifat hawa yang bisa mewujud dalam berbagai bentuk.

Pendapat Ibnu Sina itu kemudian diterjemahkan oleh Fakhruddin Ar-Razi, bahwa definisi yang dikemukakan oleh Ibnu Sina hanyalah penjelasan tentang arti kata jinn.

Sedangkan jin itu sendiri tak mempunyai eksistensi di dunia nyata. Para filsuf penganut pendapat di atas pun kemudian berdalih bahwa apabila jin memang ada wujudnya, maka ia tentu mengambil bentuk makhluk halus atau kasar.

Jin Qorin

Seperti dilansir dalamislam, bahwa semua manusia mempunyai jin Qorin berdasar Hadit’s:

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad S.A.W bersabda,

“Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang Qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, ‘Termasuk Anda, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

Kemudian, dalam Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menerangkan:

“Dalam Hadits ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin Qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin.” (Syarh Shahih Muslim, 17 : 58)

Jin Qorin juga ada yang bertugas mengganggu, menyesatkan dan memberikan rasa was-was kepada kita sebagai manusia, sehingga biasanya/kadangkala ketika sedang wudlu atau shalat, kita was-was apakah batal atau tidak,

Kita lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid perihal Jin Qorin yang mengganggu:

“Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari Al Qur’an dan As-Sunnah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin Qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was (bisikan syaitan). Godaan jin Qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman seseorang.” (Fatawa Islam, tanya jawab no. 149459)

Lalu, penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin adalah seperti di bawah ini:

“Apakah qorin ini akan terus menyertai manusia, sampai menemaninya di kuburan? Jawabnya, tidak. Zahir hadits – Allahu a’lam – menunjukkan bahwa dengan berakhirnya usia manusia, maka jin ini akan meninggalkannya. Karena tugas yang dia emban telah berakhir. Ketika manusia mati, maka akan terputus semua amalnya, kecuali tiga hal : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim).” (Majmu’ Fatawa, 17 : 427).

Jin Khodam

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa Khodam itu adalah membantu manusia, tetapi perlu difahami, dia membantu hanya untuk kepentingan Jin itu sendiri

Dan perlu diingat, bahwa hanya Nabi Sulaiman, a.s  yang diberikan mukjizat bisa menguasai makhluk jin. Ksepereti pada riwayat tentang pemindahan singgasana Ratu Balqis

Firman ALLAH S.W.T dalam Surat Al-Jinn ayat 6:

“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.” (QS. Al-Jinn : 6)

Diketahui, bahwa manusia dan jin yang saling berteman/bersahabat saling membantu di dunia, maka di akhirat jin dan manusia saling menyalahkan,, naudzubillah

Firman ALLAH S.W.T dalam surat Al-An’am ayat 128:

“Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am : 128)

Untuk itulah, kita sebagai manusia, sudah selayaknya berdo’a dan memohon kepada Allah S.W.T agar dijauhkan dari gangguan Jin.

Do’a Dijauhkan dari Jin dan Orang Jahat

Pertanda kita diganggu bangsa Jin adalah dari sikap kita yang selalu gelisah, kecemasan dan juga sakit serta yang parahnya adalah malas untuk beribadah. Seperti dilansir dari KalamSindo,

Berdasar riwayat ketika Nabi Muhammad S.A.W ketika melakukan perjalanan Isra Miraj, bangsa Jin Ifrit mendatangi beliau sembari membawa api.

Kemudian Jibril berkata kepada Nabi Muhammad S.AW:

“Maukah engkau aku ajarkan suatu kalimat, apabila engkau mengucapkannya maka apinya akan padam dan dia akan jatuh tersungkur pada wajahnya?”.

Maka berkata Nabi Muhammad S.A.W:

“Ajarkan aku wahai Jibril.”

Kemudian Jibril berkata:

أَعُوذُ بِوَجْهِ اللهِ الكَرِيمِ وَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّات الَّتِي لاَ يُجَاوِزُ هُنَّ بَرٌّ و لا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاء وَ مِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَ مِنْ شَرِّ ما ذَرَأَ فِي الأَرْضِ وَ مِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَ مِنْ فِتَنِ الَّليْلِ وَ النَّهَارِ وَ مِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَ النَّهَارِ إِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَن

A’udzu biwajhillahil Kariimi wa bikalimaatillahit Tammaat Allatii Laa yujaawizu Hunna barru wa Laa Faajirun min syarri Ma yanzilu minassamaai wa min syarri ma ya’ruju fiiha wa minsyarri ma dzaro fil ardhi wa min syarri ma yakhruju minha wa min fitanil laili wannahari wa min thowaariqil laili wannahaari illa thoriqon yathruqu bikhoirin Ya Rohman.

“Aku berlindung dengan kemuliaan Allah Yang Maha Dermawan dan dengan firman-firman Allah yang sempurna yang tidak bisa ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari keburukan yang turun dari langit, dan dari keburukan yang naik ke langit, dan dari keburukan makhluk yang ada di bumi, dan dari keburukan yang keluar dari bumi, dan dari fitnah siang dan malam, dan dari kejadian yang datang tiba-tiba di siang dan malam, kecuali sesuatu kejadian yang datang membawa kebaikan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih”.

(Wallahu a’lam) (/Juni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *