oleh

Masuk Tahap SKB CPNS? Ini Syarat Lengkapnya

Para peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) diharuskan dapat menyelesaikan soal sebaik mungkin untuk mencapai nilai yang ditargetkan.

Sebab jika hanya sekedar lolos nilai ambang batas saja ternyata tidak menjamin untuk dapat maju ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB).

Merujuk dari ketentuan dalam Peraturan Menteri PANRB No. 27/2021 tentang Pengadaan PNS, peserta yang berhak untuk mengikuti tahap SKB hanyalah sebanyak tiga kali jumlah kebutuhan jabatan atau formasi berdasarkan peringkat tertinggi dari yang memenuhi nilai ambang batas.

Dihimpun dari Fin, bahwa tahap SKD adalah kompetisi dengan persaingan yang sangat ketat sebab nilai peserta akan disandingkan dengan pendaftar dari seluruh Indonesia untuk dapat masuk ke tahap selanjutnya.

“Gunakan kesempatan dalam tes SKD dengan maksimal. Karena nilai SKD dari setiap peserta akan dikompilasikan dengan seluruh peserta di Indonesia untuk mencari yang masuk ke tahapan selanjutnya,” jelas Inspektur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Budi Prawira, Minggu (17/10).

Lebih lanjut lagi, Kepala Biro SDM dan Umum Kementerian PANRB Sri Rejeki Nawangsasih menambahkan, rangkaian SKD CPNS Kementerian PANRB yang diadakan di Indonesia sudah berakhir dengan usainya pelaksanaan tes di Surabaya, Jawa Timur.

Kemudian, masih ada satu jadwal tes SKD lagi untuk lokasi di luar negeri, yaiut di Penang, Malaysia, yang akan dilaksanakan akhir Oktober.

Maka dari itu, Sri menyampaikan kepada semua peserta seleksi CPNS di Kementerian PANRB agar bersiap-siap menghadapi SKB.

“Sambil menunggu pengumuman resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), tetap persiapkan diri untuk menghadapi tes SKB yang mungkin tidak terlalu lama lagi akan dilangsungkan,” ucapnya.

Masuk Tahap SKB CPNS? Ini Syarat Lengkapnya

Persiapan menghadapi SKB bisa saja dimulai dengan memperdalam pengetahuan mengenai jabatan yang dilamar.

Mencari tahu tentang kompetensi teknis dari jabatan yang akan dilamar, sebab materi SKB yang akan diujikan dipastikan sesuai dengan bidang jabatan.

Lebih lanjut lagi, Sri menyarankan kepada peserta untuk mencari tahu jabatan yang akan dilamar beserta dasar hukumnya.

Jika melamar untuk jabatan fungsional, maka bisa mencari tahu mengenai PermenPANRB yang mengatur jabatan tersebut dan juga dengan instansi pembinanya.

Di samping persiapan tentang materi kompetensi teknis bidang, Sri juga meminta kepada peserta agar kembali melihat persyaratan administrasi yang perlu disiapkan untuk mengikuti tes SKB nanti.

Sesuai dengan rangkaian tes SKD, terdapat persyaratan administrasi yang wajib dibawa untuk mengikuti tes, namun masih ada peserta yang tidak membawa saat akan mengikuti tes.

Persyaratan administrasi tersebut adalah KTP asli, kartu peserta ujian, formulir deklarasi sehat, sertifikat vaksin minimal dosis pertama, serta keterangan hasil tes PCR 2×24 jam atau tes antigen 1×24 dengan hasil negatif.

Kurang lebih syarat administrasi yang harus dibawa saat SKD dan SKB akan sama. Persiapkan diri dengan membaca pengumuman sedetail mungkin agar tidak merugikan diri sendiri,” papar Sri.

Perlu diketahui, selain dari pelaksanaan SKB dengan Computer Assisted Test (CAT), setiap instansi juga mempunyai ketentuan masing-masing perihal tes yang akan dijalankan dalam rangkaian SKB.

Nilai hasil akumulasi dari tes SKD dan SKB inilah yang akan menentukan nantinya peserta lolos atau tidak menjadi CPNS.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *