oleh

Dorong Penurunan Kasus Kematian Ibu dan Bayi, Bidan di Subang Ikuti Seminar Hypnobirthing

SUBANG-Dalam mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi, RS Mutiara Hati Pagaden menggelar Seminar dan Talkshow tentang Hypnobirthin di Fave Hotel Subang, Kamis (16/12).

Seminar yang menghadirkan Narasumber Pelopor Hypnobirthing di Indonesia, Lanny P.S Kuswandi itu mengusung tema “Pengaruh Hypnobirthing terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil”. Seminar ini diikuti sekitar 70 orang Bidan di Kabupaten Subang.

Direktur RS Mutiara Hati, dr Riyanto, MARS mengatakan, seminar ini merupakan salah satu bentuk kepedulian RS Mutiara Hati dalam mendukung penurunan Angka Kematian ibu dan bayi di Kabupaten Subang.

Menurutnya, peran bidan dalam persalinan sangatlah besar. Sehingga kegiatan seminar ini agar para bidan mampu menangani ibu bersalin agar lebih tenang dalam proses persalinannya.

“Kami menyadari bahwa bidan merupakan garda terdepan dalam menangani kasus – kasus persalinan. Oleh sebab itu kami merasa perlu untuk membantu meningkatkan kompetensi mitra bidan salah satunya dengan mengadakan seminar ini,” ujar dr. Riyanto

Sementara itu, Hypnobirthing dipilih menjadi tema seminar kali ini karena kehamilan dan persalinan adalah suatu proses yang alami namun sangat transformasional dalam siklus kehidupan manusia dan keluarga. Sebuah proses yang tidak akan terlupakan bagi seorang wanita yang

Relaksasi Hypnobirthing adalah upaya untuk meningkatkan ketenangan dan kedamaian pada proses persalinan sehingga dapat meminimalisir terjadinya kasus patologis saat bersalin serta fetal distress.

“Tentunya ini bagian dari kontribusi untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih cukup tinggi. Kami ingin memberikan wawasan lebih, atau komplementari atau melengkapi. Dengan wawasan hypnobirthing ini, kami berharap para bidan ini bisa menegedukasi dan mengpersuasi proses persalinan dengan baik melalui hypnosis, atau komunikasi di bawah dalam penangan ibu melahikan,” paparnya.

Lanny P.S Kuswandi mengatakan, pelatihan hydrobirthing ini perlu dan penting bagi para bidan yang berada di garda terdean dalam penanganan kehamilan sampai persalinan.

“Pelatihan ini supaya bidan itu sadar bahwa edukasi selama hamil dan proses persalinan itu penting, terutama menyangkut ketenangan, dan ketenangan itu harus dilatih,” kata Lanny.

Dia mengungkapkan, dalam penanganan persalinan tidak hanya dilakukan dengan metode medis, tapi perlu dipadukan dengan menghadirkan ketenangan mental ibu yang melahirkan.

“Jadi salah satunya pelatihan ini untuk bidan supaya bisa melakukan pelatihan rileksasi ke ibu hamilnya. Sehingga selama proses persalinannya bisa lebih tenang, alami dan lancar,” jelasnya.(ysp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *