oleh

Ciri Pasangan Selingkuh, Menurut Psikologi! Seperti Film Layangan Putus, Cek Sekarang

RELATIONSHIP – Psikolog dari Universitas Indonesia, A. Kasandra Putranto mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah perilaku tidak biasa yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang selingkuh dari pasangannya.

Ia menjelaskan, biasanya ciri pasangan selingkuh dapat ditemukan dari naluri, kata hati, dan juga pikiran saat menyadari ada yang salah dengan pasangan.

Baca Juga: Link Layangan Putus, Di Telegram dan Streaming Online Full Episode

Adapun tanda-tanda secara umum tentang adanya perselingkuhan dalam hubungan salah satunya adalah pasangan memberikan kasih sayang yang mendadak berlebihan.

“Ini bisa terjadi misalnya saat si dia yang biasanya cuek dan tidak terlalu menunjukkan kasih sayang secara nyata, tiba-tiba jadi orang yang paling romantis di dunia,” terang Kasandra dilansir ANTARA via Fin, ditulis Sabtu 8 Januari 2022.

Lebih lanjut lagi, secara mendadak juga pasangan menjelek-jelekkan seseorang.

Menurut Kasandra, perilaku itu adalag cara untuk menutupi kesalahan dan mengurangi rasa curiga pasangannya.

“Pasangan yang selingkuh bisa tiba-tiba menjelekkan atau merendahkan orang lain karena orang tersebut adalah saksi mata atau yang mengetahui dia berselingkuh,” papar Kasandra.

Ciri – ciri Pasangan Selingkuh! Menurut Psikologi

Ciri pasangan selingkuh menurut Psikologi! (Ilustrasi selingkuh, capture film Layangan Putus)
Ciri pasangan selingkuh menurut Psikologi! (Ilustrasi selingkuh, capture film Layangan Putus)

Perilaku dan sikap lainnya yang bisa menjadi tanda perselingkuhan, di antaranya:

  • Menerima telepon sembunyi-sembunyi,
  • Meningkat atau menurunnya hubungan seksual,
  • Pasangan menjadi tiba-tiba sibuk.

Menurut Kasandra lagi, alasan seseorang menjadi berselingkuh adalah:

  • Kecemasan menghadapi masa transisi

Misalnya mempunyai anak pertama, anak memasuki usia remaja, anak yang sudah dewasa dan mulai meninggalkan rumah, dan memasuki masa pensiun.

  • Pelarian dari pernikahan yang tidak membahagiakan,

Semisal tidak tercapainya harapan dalam pernikaha:

  • Perasaan kesepian,
  • Kebutuhan seks yang tidak terpenuhi dalam pernikahan,
  • Ketidakhadiran pasangan baik secara fisik maupun emosional, dan
  • Terbukanya kesempatan untuk melakukan perselingkuhan seperti mudah bertemu lawan jenis di tempat kerja.

“Selain itu, perselingkuhan sudah sering terjadi dalam keluarga besar sehingga memudarnya nilai-nilai kesetiaan,” ucap Kasandra.

Selingkuh Adalah Kebiasaan yang Terulang

Dalam kesempatan yang sama, Kasandra juga mengingatkan bahwa apabila seseorang telah pernah selingkuh maka ia akan mempunyai kemungkinan tiga kali lebih besar untuk kembali berselingkuh dibandingkan yang belum pernah.

“Artinya, orang yang pernah selingkuh di masa lalu akan memiliki kemungkinan untuk selingkuh lagi di masa depan,” pungkasnya. (Jni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *