oleh

Heboh Perihal Sesajen, Gus Baha: Wali Tidak Mengkafirkan Tetapi Mengubahnya!

RELIGI – Saat ini Indonesia masih ramai membicarakan sesajen, pasca salah satu pria menendang dan membuang sesajen yang disimpan di tengah hamparan di Lumajang, Jawa Timur setelah daerah itu diterjang erupsi Gunung Semeru.

Sejak itu, banyak pihak yang berkomentar. Netizen juga. Ada yang membela aksi pria tersebut, dan ada juga yang mencaci maki

Baca Juga: Heboh Pria Tendang Sesajen Semeru, Jubir Partai Ummat: Nabi Ibrahim Dulu Memenggal Patung

Lalu, seperti apa sesajen dan sejarahnya? KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau dikenal Gus Baha lantas memberi penjelasan. Dilansir dari channel YouTube bernama El Hazima Official, via Fajar.co.id, bahwa kedatangan para wali ke Indonesia pada zaman dulu yang membawa perubahan.

Heboh Perihal Sesajen, Gus Baha: Wali Tidak Mengkafirkan Tetapi Mengubahnya!

“Saya masih ingat pesanan Pak Zaeini, berkali-kali beliau bilang ke saya bahwa agama yang masuk ke negara yang tidak konflik itu di antaranya paling spesial itu Indonesia karena para wali ini mendampingi kultur daerahnya, tapi tidak benturan,” terangnya.

“Misalnya orang Jawa dulu pakai sesajen sawah-sawah katanya dimakan penunggunya. Yang penunggunya sawah itu kan dulunya pikirannya makhluk gaib”

“Di era modern ya penunggunya itu ya kambing, ayam. Yang memang makan itu-itu. Akhirnya dulu itu aneh. Diistilahkan dimakan penunggunya. Kalimat penunggu itu tidak jelas”

“Wali-wali datang tidak mengkafirkan. Tapi terus diubah. Jadi sedekah ke tetangga tadi. Jadi kultur itu tidak dilawan. Tapi cukup diubah dari memberi makan setan jadi sedekah tetangga”.  Wallahu a’lam

Kemudian, seperti dirangkum dari berbagai sumber terpercaya, Gus Baha sendiri adalah sosok yang pernah muncul dalam survei Ketum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (NU) pada Oktober 2021.

Gus Baha dikenal sebagai seorang ahli tafsir, yang juga mengasuh Pondok Pesantren Tahfidul Qur’an LP3IA dan mengasuh pengajian tafsir Al Quran di Bojonegoro, Jawa Timur sejak tahun 2006. (Jni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *