Pertamina EP Tanggapi Tuntutan Warga Desa Pusakaratu

JAWAB TUNTUTAN: Mediasi pihak PT Pertamina EP bersama warga Desa Pusakaratu yang difasilitasi oleh pemerintah desa, Selasa (22/2). YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES
JAWAB TUNTUTAN: Mediasi pihak PT Pertamina EP bersama warga Desa Pusakaratu yang difasilitasi oleh pemerintah desa, Selasa (22/2). YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

SUBANG-Imbas penutupan jalan menuju sumur PT Pertamina EP di Desa Pusakaratu, Pemerintah desa melakukan mediasi menindaklanjuti tuntutan warga pada pihak Pertamina.

Mediasi dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Pusakanagara serta warga Dusun Pusakajati RT09 Desa Pusakaratu dan Pemdes Pusakaratu di Aula Desa Pusakaratu, Selasa (22/2).

Humas Zona 7 Pertamina EP Duddy Muzahid menyampaikan, terkait dengan tuntutan masyarakat ada beberapa hal yang perlu disampaikan. Soal kontribusi Pertamina EP sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dari hasil eksplorasi Migas, memberikan dana bagi hasil (DBH) pada pemerintah pusat.

Baca Juga:Polisi Datangi Rumah Yosef, Dimintai Keterangan Tambahan3 Kemudahan S Pen untuk Kerja Hibrida yang Tak Bisa Kamu Temukan di Smartphone Lain

“Nanti pemerintah pusat yang memberikan ke daerah, bentuknya apa itu ada DBH juga ke daerah ada yang dalam bentuk anggaran lain,” jelasnya.

Sementara soal permohonan jalan untuk dicor. Mengingat jalan akses tersebut milik PJT II, sehingga Pertamina tidak bisa langsung menuruti permintaan warga dengan mengecor jalan tersebut.

“Sebab memang perlu ada izin dan diperbolehkan tidaknya jalan tersebut dicor,” imbuhnya.
Namun berkaitan dengan kontribusi lain seperti kemitraan dan CSR, pihaknya mengaku terbuka dan akan berkoordinasi termasuk dengan desa dan warga.

“Bisa dalam bentuk proposal untuk kegiatan-kegiatan tertentu yang nanti di kami juga sesuai dengan assessment, akan juga disesuaikan anggaran untuk mensupport nya berapa dan pola kemitraan atau vendornya bagaimana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pusakaratu Aan Ana SH menyebut, musyawarah tersebut dilakukan untuk mencapai titik terang atas tuntutan warga.

“Usulan-usulan dari warga baik yang berkaitan dengan dampak lingkungan dan pemberdayaan bisa diperhatikan oleh Pertamina, dan juga ke depannya kegiatan Pertamina di Desa berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Diakhir mediasi, warga sempat mengusulkan soal jam operasional mobil dan alat berat yang dibatasi agar saat larut malam tak ada aktivitas yang menganggu istirahat warga. Warga juga mengharapkan transparansi dan support Pertamina pada lingkungan sekitar.(ygi/ysp)

 

0 Komentar