Kronologis Banjir Rob Besar di Semarang hingga Jebolnya Tanggul Penahan Air Laut

Kronologis Banjir Rob Besar di Semarang hingga Jebolnya Tanggul Penahan Air Laut
0 Komentar

SEMARANG – Bagaiamana kronologis banjir rob besar di Semarang yang mengakibatkan jebolnya tanggul penahan air laut di Kawasan Tanjung Emas?

Banjir Rob terjadi pada Senin 23 Mei 2022, sekitar pukul 14.10 WIB, hal itu dipaparkan oleh Kapolsek KPTE AKP Firdahus Yudhatama.

Dari informasi kepolisian, banjir rob menjadi parah akibat tanggul pembatas di wilayah tersebut jebol hingga mengakibatkan air masuk ke kawasan pelabuhan.

Baca Juga:Awalnya Sayang Seperti ke Anak Sendiri, H.Romansyah 71 Tahun Nikahi Gadis 19 Tahun di SubangSoal Kelanjutan Proses Pemekaran Pantura Subang, Ini Kata Ketua DPRD Subang

“Pukul 14.10 WIB kami mendapat informasi dari saudara Ronedi selaku kepala security di kawasan Berikat PT. Lamicitra menginformasikan bahwa tembok pembatas antara kawasan berikat PT. Lamicitra dengan sungai atau laut jembol sehingga air laut masuk ke kawasan berikat Lamicitra,” kata Firdahus.

Setelah itu, polisi pun berkoordinasi dengan pengelola kawasan berikat untuk mengoptimalkan penggunaan mesin pompa.

Namun, kata dia, air semakin tinggi hingga diputuskan melakukan evakuasi para pekerja. Catatan kepolisian, sebanyak 600 karyawan dievakuasi. Kemudian, delapan ribu keluarga terdampak banjir rob ini.

Ketinggian air pun sejak siang hingga malam ini mengalami pasang surut. Semula, air membanjiri wilayah itu sekitar 1,5 meter. Namun, sejak sore tadi ketinggian air sempat mencapai 2 meter.

“Kepada pengguna jalan yang melintas di sekitar Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas dihimbau agar hati-hati dalam berkendara. Untuk arus lalin di kawasan pelabuhan mengalami kemacetan,” ucap dia.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan bahwa banjir rob tidak hanya melanda kawasan pelabuhan, namun juga terjadi di Pekalongan dan Demak.

Menurutnya, puncak dari ketinggian air laut diperkirakan akan terjadi besok. Pasalnya, kata dia, banjir rob yang terjadi kali ini lebih parah dibandingkan yang sebelum-sebelumnya.

Baca Juga:Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Arab SaudiInilah 3 Fakta Pernikahan Kakek Usia 71 di Subang dengan Gadis 19 Tahun

“Pukul 19.45 WIB, masih di 190(cm)an. Lebih surut dibandingkan siang tadi. Permukaan air laut diperkirakan puncaknya hari ini dan besok,” jelas Iqbal.

Dari data yang dihimpun dari berbagai sumber, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mencatat ketinggian air sempat mencapai 2,1 meter siang kemarin.

Adapun air pasang mulai terlihat tinggi pada sekitar pukul 11.00 WIB dimana ketinggian air 155 cm. Kemudian, setiap jam nya air terus menignkat sekitar 10 cm hingga akhirnya menyentuh 210 cm pada pukul 16.00 WIB.

0 Komentar