Petani Lebih Pilih Tanam Padi Ketan, Harga Lebih Tinggi

embung untuk produktvitas petani
embung untuk produktvitas petani
0 Komentar

SUBANG-Kondisi pertanian di wilayah Kecamatan Binong terbilang mulus, karena musim panen tahun ini tidak ada gangguan organisme hama tanaman padi secara umum. Perkembangan padi dari awal tanam hingga panen terkendali.

Korluh BPP Binong Omsah Neelam Khyar mengatakan, hingga pertengahan bulan September ini, sudah sekitar 500 hektare area pertanian yang sudah panen. Dari luas area panen itu berada di Desa Nanggerang,  Karangwangi dan Binong.

Panen secara bertahap sesuai awal tanamnya. Dengan kekuatan produksi sekitar 8-10 ton per hektare.

Baca Juga:Bupati Purwakarta Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Ketua MUI: Hormati Privasi AnneBendungan Sadawarna Akan Digenangi Akhir Oktober

Dia mengatakan, secara umum petani di wilayah Kecamatan Binong masih memilih varietas padi ketan dibanding padi Ciherang atau sejenisnya.

Hal itu lantaran produksi ketan lebih tinggi ketimbang padi Ciherang. Ditambah lagi harganya pun lebih tinggi.

Harga padi  Ciherang sekitar Rp5.300 – Rp.5400/kg, sementara padi ketan Rp5.600 – Rp5.800 per kg.

“Jadi jelas selisihnya Rp500/kg, kalau dikalikan sekian ton kan lumayan untungnya,” tuturnya.

Iin Ketua Klota Gadis Desa Nanggerang mengaku, petani di wilayhnya memilih padi ketan ketimbang Ciherang, alasannya produksi tinggi harganya pun menguntungkan.(dan/ysp)

0 Komentar