65 Persen Warga Muslim Buta Huruf Alquran, Dari Berbagai Kalangan Usia

Buta Huruf Alquran
BACA TULIS ALQURAN: Dosen STAI Muttaqien Samin Syahidin, M.Pd., saat menyampaikan materi pada seminar pengabdian kepada masyarakat dengan tema "Pembinaan Baca Tulis Quran untuk Orang Tua Murid". ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

Dilatarbelakangi data itu, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) DR. KH. EZ Muttaqien melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) menggelar seminar PKM dengan tema “Pembinaan Baca Tulis Quran untuk Orang Tua Murid” di TK Nurul Huda Al-Bukhari, Desa Cirangkong Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta, belum lama ini.

Dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut, Dosen STAI Muttaqien yang juga menjadi pemateri pada seminar itu, Samin Syahidin, M.Pd., menyebutkan, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. “Seminar ini menjadi salah satu jalan untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat pentingnya baca tulis Alquran,” kata Samin kepada Pasundan Ekspres, Kamis (3/11).

Dijelaskannya, lembaga-lembaga, seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), majelis taklim, dan lembaga lainnya, harus dapat memberikan kemudahan untuk masyarakat dalam mengakses pengajaran baca tulis Alquran.

Baca Juga:Disdikbud Subang: 48 Sekolah Dasar Berpotensi Merger Tahun IniCuaca Buruk, Nelayan di Pesisir Pantai Pondok Bali Sulit Melaut

“Baca tulis Alquran ini sangat penting. Termasuk bagi orang tua murid dan masyarakat umum. Karena, Alquran ini merupakan pedoman hidup manusia agar selamat dunia dan akhirat,” ujar Samin menjelaskan.

Dirinya berharap, melalui seminar ini bisa memotivasi masyarakat, khususnya orang tua murid, untuk terus belajar baca tulis Alquran. “Muslim yang tidak bisa membaca Alquran ada di berbagai kalangan usia. Mulai dari usia anak-anak, pemuda 20-40 tahun, hingga lansia. Seminar ini juga sebagai upaya mengikis angka buta huruf Alquran,” ucap Samin.(add/vry)

0 Komentar