Pahlawan

Kang Marbawi
0 Komentar

Mungkin, kerelaan berkorban, kemauan berjuang tanpa pamrih dan keberpihakan kepada sesuatu yang lebih besar, untuk kemaslahatan umat manusia dan lingkungan bisa menjadi rujukan kita bersama. Pun dijadikan alat melihat ke dalam diri pribadi. Menakar kadar egeoisme diri dan kesalehan sosial kita. Pada keberpihakan kepada keadilan, kemaslahatan bersama, kemanusiaan, kebangsaan, dan nilai-nilai universal lainnya.  Tidak menjadi tiran dan sekaligus demon bagi yang lain. Sebab tiran dan demon berkelindan. Tirani selalu berwatak demon. Sifat demon selalu dimiliki para tiran.

Definisi “pahlawan” selalu membawa konotasi konflik dan perjuangan. Itu lumrah dan sunnatullah- hukum alam. Sebab selama manusia hidup, akan selalu ada epos perjuangan melawan sesuatu, memerjuangkan sesuatu dan berpihak kepada sesuatu. Tak ada kehidupan yang dilakoni dengan mudah. Sebab akan selalu ada tiran yang berwatak demon dalam setiap kehidupan. Watak tirani dan demon itu pun ada dalam diri kita sendiri.

Bagi kita, sederet nama yang telah tersemat “pahlawan” bisa jadi mereka adalah sosok yang tepat. Sebab mereka hidup untuk melawan tirani dan demon. Namun kita pun sedang melawan tirani dan demon. Tirani berwatak demon dalam diri kita sendiri. Walau kita tak berharap mendapatkan predikat “pahlawan”.  Entah, kalah atau menangkah kita. (*)

OLEH: Kang Marbawi

Laman:

1 2
0 Komentar