Membangun Kemandirian Ekonomi Lembaga Pendidikan

Membangun Kemandirian Ekonomi Lembaga Pendidikan
0 Komentar

Oleh : Ramdan Hamdani, Praktisi Pendidikan

Kekuatan finansial yang dimiliki oleh lembaga pendidikan sejatinya merupakan salah satu faktor yang menentukan tercapainya tujuan pembelajaran sekaligus tujuan pendidikan. Kesiapan finansial secara memadai sangat diperlukan untuk menyediakan berbagai sarana penunjang pembelajaran serta menyukseskan program – program yang berorientasi pada peningkatan prestasi akademik dan non akademik peserta didik.

Kemampuan lembaga dalam menyediakan dana sesuai dengan kebutuhan akan sangat menentukan eksistensi lembaga tersebut serta kiprahnya di tengah – tengah masyarakat.

Di sisi lain, kesiapan finansial menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh lembaga – lembaga pendidikan yang dikelola oleh masyarakat (sekolah swasta). Besarnya dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan operasional lembaga serta untuk menggaji para guru tak jarang berimbas pada tingginya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh para orangtua.

Baca Juga:Bupati Ruhimat Tegaskan Infrastruktur Tunjang Masa Depan SubangDua Narapidana Teroris Terafiliasi JI dan JAD Ditahan di Lapas Subang, Sel Terpisah dengan Narapidana Lain 

Alhasil, pendidikan yang berkualitas pun hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Tidak hanya itu, menahan kartu ujian atau ijazah peserta didik pun sering kali dijadikan (satu – satunya) cara oleh lembaga – lembaga pendidikan untuk “memotivasi” orangtua agar segera menunaikan kewajibannya. Sungguh memprihatinkan !

Dalam pandangan penulis, salah satu persoalan mendasar yang dimiliki oleh lembaga – lembaga pendidikan yang ada di negeri ini adalah, mereka menjadikan orangtua siswa sebagai (satu – satunya) sumber pendanaan untuk memenuhi kebutuhan operasional lembaga. Paradigma semacam ini mengakibatkan orangtua berada pada posisi sebagai pihak yang harus menanggung (hampir) seluruh biaya pendidikan yang diperlukan.

Cara pandang seperti ini memang dapat dimaklumi mengingat bantuan dana yang diberikan oleh pemerintah kepada sekolah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak sebanding dengan biaya yang diperlukan. Akan tetapi faktanya, keuangan orangtua pun tidak selalu berada pada kondisi yang menguntungkan. Ada kalanya mereka juga menghadapi kendala keuangan sebagai akibat dari terjadinya musibah, kehilangan pekerjaan, usaha yang sedang sepi serta faktor – faktor lainnya.

Kedua, sebagian besar lembaga pendidikan hanya berfokus pada pengembangan konten atau muatan kurikulum yang akan diajarkan tanpa memikirkan upaya untuk memperkuat pendanaan dari sumber – sumber lain di luar orangtua. Padahal, cukup banyak potensi pendanaan yang bisa digali apabila pengelola lembaga benar – benar memiliki itikad serta kreativitas untuk memajukan bangsa melalui partisipasinya di dunia pendidikan.

0 Komentar