Dari keterangan di atas bisa kita simpulkan bahwa jika shalat dilaksanakan di dalam waktunya disebut sebagai adâ’ dan jika dilaksanakan di luar waktunya maka disebut qadha.
Masih menurut al-Khin dan al-Bagha, ada dua macam qadha yakni:
وقد اتفق جمهور العلماء من مختلف المذاهب على أن تارك الصلاة يكلف بقضائها، سواء تركها نسياناً أم عمداً، مع الفارق التالي: وهو أن التارك لها بعذر كنسيان أو نوم لا يأثم، ولا يجب عليه المبادرة إلى قضائها فوراً، أما التارك لها بغير عذر- أي عمداً – فيجب عليه – مع حصول الإثم – المبادرة إلى قضائها.
“Mayoritas ulama dari berbagai ulama sepakat bahwa seseorang yang meninggalkan shalat dituntut untuk mengqadha-nya, ia meninggalkannya secara sengaja ataupun tidak, perbedaanya adalah:
jika ia meninggalkan shalat karena udzur, baik lupa ataupun tidur maka ia tidak berdosa juga tak wajib segera mengqadha-nya, sedangkan bagi yang meninggalkannya dengan sengaja, maka ia terkena dosa dan dituntut segera mengqadha-nya.”
Kemudian, ada Dalil hadis dari Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa
Baca Juga:Ide Jualan Bulan Puasa Modal Kecil, Pas untuk Bulan Ramadhan 2023 Ini, Cek!Download Minecraft Gratis, Emang Bisa? Coba Dulu di Sini
“Barangsiapa yang lupa atau tertidur dari shalatnya maka hendaklah dia melaksanakannya ketika dia ingat atau ketika dia bangun.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ayat Al-Quran yang menjadi dasar untuk mengqadha shalat adalah:
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama-sama dengan orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43).
Ayat di atas menunjukkan pentingnya menunaikan shalat secara teratur dan mengqadha shalat yang tertinggal.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Ma’arij: 34-35, yang artinya:
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipercayakan kepada mereka dan memelihara shalat, mereka itu akan mendiami surga selama-lamanya.”
Dalam ayat ini, Allah SWT menyebutkan bahwa orang yang menjaga shalat akan mendapatkan surga sebagai pahala.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam Islam dan betapa pentingnya mengqadha shalat yang tertinggal.
Baca Juga:Cara Membobol Sandi WIFI dengan Hp, Emang Bisa? Cek di SiniKeren, Dian Sastrowardoyo Terapkan Puasa Sehat dan Epic Bersama Galaxy S23 Series
Dengan demikian, mengqadha shalat adalah suatu kewajiban dalam Islam dan merupakan bagian dari penegakan agama.
Seorang Muslim harus senantiasa berusaha untuk menunaikan shalat secara teratur dan mengqadha shalat yang tertinggal dengan segera agar tidak menumpuk.
Cara Mengqadha Shalat tersebut di atas harus benar-benar diketahui dan dikaji, sehingga dalam menghadapi kehidupan, kita bisa lebih mengetahui tentang suatu hukum dan cara. Wallahu a’lam. (Jni)
