oleh

Tanah Labil Rawan Longsor

Masyarakat Harus Perhatikan Pra dan Pasca Bencana

SUBANG-Wilayah Subang bagian selatan dikenal dengan wilayah rawan longsor, salah satu penyebabnya adalah kondisi tanah yang labil.
Beberapa waktu lalu, Kampung Cilitung Desa Ponggang Kecamatan Serangpanjang dan beberapa wilayah lainnya seperti Kasomalang Kulon Kecamatan Kaasomalang mengalami longsor akibat tanah yang labil ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi.
Bupati Subang beserta jajarannya termasuk Kepala Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Subang, sempat meninjau ke beberapa wilayah tersebut. Meski tidak menelan korban jiwa, namun beberapa fasilitas sempat rusak oleh kejadian tersebut, terutama akses jalan.

Lalu apa yang seharusnya diperhatikan, mengingat wilayah Subang bagian Selatan didominasi oleh wilayah yang rawan longsor akibat tanah yang labil. Setidaknya ada dua bagian yang perlu diperhatikan masyarakat jika memang ada di wiayah tersebut, bagian prabencana dan pasca bencana.

Dijelakan Keplaa BPBD Subang H Hidayat yang merujuk pada buku saku tanggap tangkas tangguh menghadapi bencana dari BNPB, sedikitnya ada 12 hal yang perlu diperhatikan sebelum bencana di longsor di kawasan tanah labil.

Diantaranya menurutnya dengan mengurangi tingkat keterjalan lereng permukaan maupun air tanah. Perhatikan fungsi drainase untuk menjauhkan air dari lereng, memperhatikan air tidak meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. “Jadi drainase harus di jaga agar jangan sampai tersumbat, atau meresap ke dalam tanah,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, ada beragam antisipasi lainnya sebelum longsor terjadi di area tanah labil. Seperti dengan membuat bangunan penahan, jangkar (anchor), dan pilling untuk tanah longsor. Selain itu juga, pembangunan pemukiman dan fasiitas utama lainnya harus terhindar dari lahan rawan longsor. “Harus membuat terasering, penghijauan dengan tanaman, mendirikan bangunan dengan fondasi kuat, melakukan pemadatan tanah, membuat tanggul penahan, menutup rekahan, pondasi tiang pancang, dan banyank lagi,” ungkapnya.

Namun jika sudah terjadi (Pasca Bencana), maka yang harus diperhatikan masyarakt adalah menghindari wilayah longsor yang kondisi tanahnya masih labil. Apabila turun hujan kembali setelah longsor maka harus ada antisipasi longsor susulan.

Adapun beberapa hal sudah dilaksanakan untuk mencegah atau antisipasi terhadap longsor di wilayah Subang Selatan, seperti beberapa waktu lalu melaksanakan gotong royong di Desa Kosomalang Kulong dengan membuat 1000 karung penahan sebagai tanggul. “Pada kesempatan ini saya juga mau menghimbau masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan, dengan memperhatikan kebersihan drainase, serta tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.(idr/sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *