oleh

Driver Online Dibunuh karena Cekcok Masalah Ongkos

SUBANG-Kasus Pembunuhan driver grab yang menghebohkan masyarakat di Kabupaten Subang, memasuki babak penutup. Sejak berhasil ditangkapnya sang pelaku beberapa waktu lalu, akhirnya polisi beberkan kronologis peristiwa pembunuhan driver grab atas nama Adhi Drajat Putra (25).

Pelaku perampokan dan pembunuhan bernama Gunawan alias Gun (27), warga Kampung Mayak RT 04 RW 07, Desa Baros, Kecamatan Baros, Serang, Banten. “Dia diringkus di Kampung Lebak Janteng, Kecamatan Leles, Garut. Terduga pelaku ditangkap tim gabungan Resmob Polda Jabar dan Polres Subang dibantu Polsek Garut,” kata Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani,Sik,Mh, Selasa (28/1).

Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan jenazah korban. Kemudian polisi mendapat informasi pelaku menawarkan mobil korban kepada seseorang di Garut dengan harga Rp10 juta. Lanjut Kapolres Subang, peristiwa nahas tersebut terjadi pada tanggal 21 Januari 2020 pukul 02.00 WIB dini hari depan Pos Perum Bumi Abdi Praja, Butarengat, Kecamatan Kabupaten Subang, sehingga korban meninggal dunia.

“Kronologis singkatnya korban ini adalah seorang supir Grab yang kemudian mendapat pesanan dari tersangka minta diantar ke Padalarang. Sampai di Padalarang yang rencananya sesuai dengan keterangan mau mengambil uang, namun tidak ketemu dengan orang yang dituju. Kemudian berputar-putar sampai dengan jarak yang cukup jauh, dan minta kembali lagi ke Subang,” katanya.

Kemudian pelaku meminta ke Subang dan pembayaran akan dilakukan di Subang. Sampai sejumlah biaya yang harus dibayar Rp 720 ribu, yang bersangkutan atau tersangka meminjam uang dengan temannya yang tidur di kosannya, tapi teman yang di Subang tidak punya uang.

“Akhirnya terjadi adu mulut antara korban dengan tersangka, hingga terakhir tersangka melakukan tindakan kriminal yaitu pembunuhan terhadap korban. Setelah terjadi pembunuhan korban dinaikkan ke mobil korban sendiri dibagian kiri depan kemudian di bawah, dan dibuang di pinggir jalan, setelah itu tersangka sendiri melarikan diri dengan membawa mobil tersebut,” kata Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 dan 380 dengan kekerasan dan pencurian terhadap mobil korban tersebut, setelah itu mobil tersebut dijual atau dipindahtangankan oleh korban kepada seseorang berinisial AGS (40) dengan harga Rp 10 juta.
Kapolres juga melajutkan terhadap kasus didalam pembunuhan dan pencurian tersebut, dalam hal ini kasus penadahan. “Kasus ini juga melibatkan tersangka AGS yang diancam dengan pasal 480 tentang penadahan barang curian yang yang dilakukan di daerah Garut,” katanya.

Sebelumnya, warga Subang digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki dengan kondisi penuh luka sayatan di Jalan Raya Cagak, Dusun Patrol, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, yang dibunuh di kosan yang berlokasi di Perumahan Puri Abdi Praja, Kelurahan Sukamelang Subang pada Selasa (21/1/2020) lalu.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang kebetulan melintas sekitar pukul 03.30 WIB. Polisi yang mendapat laporan dari warga mengevakuasi jasad korban ke RSUD Ciereng Subang.

Kemudian korban dibawa ke RS Sartika Asih, Bandung untuk dilakukan otopsi.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit ponsel korban, jam tangan, hingga pakaian.

Pelaku diganjar ancaman pasal 365 ayat 3 KUHP pembunuhan dan pencurian dengan tuntutan maksimal 15 tahun penjara. Sementara penadah mobil berinsial AM dikenakan pasal 480 KUH pidana dengan ancaman 4 tahun penjara. “Barang bukti yang disita mobil toyota sienta warna silver, 1 pisau sangkur, 1 handphone merk Asus, 1 jam tangan dan pakaian korban,” terangnya.

Pelaku Gunawan mengatakan, dirinya memesan aplikasi grab ketika di Subang hendak ke Padalarang untuk menagih utang di rumah temannya. Ketika sampai ke tempat yang dituju, temannya justru tidak ada. Gunawan memikirkan cara bagaimana untuk mencari pinjaman uang untuk membayar ongkos grab yang ditumpanginya. Akhirnya, tersangka meminta kepada korban untuk mengantarkannya kembali ke Subang dan yang dituju adalah rumah temannya di salah satu kontrakan di wilayah perumahan Bumi Abdi Praja Kelurahan Sukamelang. Korban disuruh menunggu di jalan dekat kontrakan tersebut. Karena teman nya tidak ada uang dirinya mengambil pisau sangkur dari kontrakan tersebut dan dirinya sempat menawari pembayaran ongkos dengan menjual ponselnya namun ditolak oleh korban. “Cekcok dulu, karena saya kalap langsung saya tusuk,” ungkapnya.

Kejadian pembunuhan tersebut mengundang banyak tanggapan dari warga Perumahan Abdi Praja tempat mengeksekusi korban. Andi (37) Warga perumahan Bumi Abdi Praja mengatakan, dirinya meminta kepada pihak RT dan RW yang ada di perumahan agar rajin menggelar siskamling lagi dan mencurigai jika ada tamu asing yang datang dan mampir ke lingkungan perumahan tersebut.

“Itu kontrakan masuknya, bukan perumahan. Tapi kan tetap saja, wilayahya masih perumahan. Maka dari itu, kami selaku warga ingin agar siskamlimg terus digalakan dan juga mencurigai orang luar yang datang,” ungkapnya.

Sementara itu, supir taksi online lainnya di Subang bernama Dony (32) mengimbau kepada rekan-rekannya jangan asal menaikan penumpang apalagi minta diantarkan jauh dan perjalanan ke luar kabupaten. Pembayaran harus disesuaikan dengan tarif, jangan di offline. “Dilema ketika ada yang pesan dan perjalanan jauh, namun karena mengejar ongkos maka di offline, maka diambil. Maka dari itu jangan,” imbuhnya.

Dijelaskan Dony, usahakan agar supir taksi online membatasi tarikannya, jangan hingga larut malam. Apabila penumpang mencurigakan agar menghindar. Pelaku yang membunuh sopir grab asal Subang, agar dihukum seberat-beratnya. “Kejadian pembunuhan kemarin menjadikan rasa was-was terhadap sopir taxol di Subang untuk menarik penumpang,” katanya.(idr/ygo/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *