oleh

Seorang Janda di Karawang Dibantai Mantan Suami di Depan Anaknya

KARAWANG-Prahara rumah tangga berujung maut terjadi di Karawang, tepatnya di Kampung Kamurang 1 Desa Jatimulya Kecamatan Pedes, Rabu (5/2). Seorang janda, Oon (44) tewas mengenaskan bersimbah darah dibunuh oleh mantan suaminya, Yono. Korban tewas seketika di rumahnya akibat sabetan golok dengan luka penuh bacokan di bagian kepala dan sekujur badan.

Kejadian maut dilatari karena menolak diajak rujuk oleh mantan suaminya bernama Yono. Korban menolak diajak rujuk setelah satu tahun bercerai dengan Yono. Pelaku menaruh dendam dan nekad menghabisi korban dengan cara keji. Korban sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit mendapat perawatan petugas medis, yang akhirnya tewas.

“Saya tidak tahu kejadiannya, karena begitu datang adik saya sudah terkapar penuh darah. Banyak luka-luka di bagian kepala,” kata Roji (49), saksi yang merupakan kakak korban.

Yono yang gelap mata itu membacok mantan istrinya dengan membabi buta. Ironisnya, kejadian tersebut disaksikan anak bungsu mereka yang masih duduk di bangku SD.

“Anak korban sempat teriak-teriak keluar hingga ke jalan dan saya mendengar teriakan itu langsung lari ke rumah korban. Waktu saya periksanya kondisinya masih bernafas dan langsung saya bawa ke RSUD Karawang,” terang Roji.

Peristiwa itu terjadi, Rabu dini hari ketika korban sedang tidur bersama anaknya. Pelaku, masuk ke rumah korban dengan cara membobol genting bagian belakang rumah terus merangsek masuk ke dalam rumah mendatangi korban yang sedang tidur nyenyak. “Genting bagian belakang rumah rusak karena pelaku masuk dari belakang rumah,” katanya.

Roji mengatakan, korban tewas oleh mantan suaminya Yono karena dendam tidak mau diajak rujuk. Sebelumnya dia sudah mendengar jika mantan suami adiknya itu selalu mengajak rujuk, namun adiknya sudah tidak mau.

“Kemungkinan karena tidak mau diajak rujuk terus dia dendam dan membunuh adik saya. Saya sudah laporkan kasus ini ke polisi,” katanya.

Sementara, saat di temui di Polsek Pedes, saat ditanya adakah penyesalan atas perbuatan kejinya. Yono mengaku tidak menyesal. “Ga nyesel. Mau bagaimana lagi ini sudah terjadi,” kata Yono yang memang tidak melarikan diri setelah melakukan perbuattan kejinya.(aef/man)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *