oleh

Sudah Tujuh Kali di Tahun Ini, Desa Karangligar Kembali Banjir

KARAWANG-Dusun Kampek Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat kembali terendam banjir. Tercatat, Desa ini sudah tujuh kali dilanda banjir sejak awal tahun.

“Biasanya jualan sekolah, sekarang di sini saja sambil ngawasin rumah,” kata Usup, penjual sosis di Dusun Kampek, Jumat (21/2).

Ia menyadari rumahnya kebanjiran saat bangun pada pukul Jumat (21/2) pukul 03.45 WIB.”Kalau di (Dusun Pengasinan) tinggi air seleher. Disini diatas mata kaki,” kata dia.

Usup menyebut sejak Januari 2020, rumahnya dua kali kebanjiran. Namun berbeda pada banjir awal tahun, banjir kali ini surut lebih lama. Sementara banjir awal tahun air cepat naik namun cepat surut.
“Kalau barang-barang dari kayu rusak,” katanya.

Sementara itu, Nyamah (70), warga Dusun Pengasinan, Desa Karangligar mengaku lima kali banjir, dengan ketinggian lebih dari satu meter.”Kalau banjir yang gede dua kali,” kata Nyamah.

Nyamah pun mengaku terpaksa mengungsi ke rumah cucunya, yang lebih aman dari ancaman banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Yasin Nasrudin mengatakan, banjir melanda Dusun Pengasinan dan Dusun Kampek, Desa Kararangligar untuk ke tujuh kalinya sejak Januari 2020. Sebanyak 441 rumah terendam dan 506 kk dengan 1.481 jiwa terdampak.

“Ketinggian air bervariasi, ada yang 20-140 cm dan 30-260 cm. Yang 260 cm itu di Dusun Pengasinan,” ujar Yasin.

BPBD bersama TNI, Polri dan pihak terkait sudah melakukan evakuasi. Hanya saja, sebagian besar warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari banjir.”Kami juga akan menyiapkan dapur umum di Dusun Kampek,” katanya

Yasin menyebut banjir juga merendam 60 hektare sawah di desa itu. Tanaman yang terendam berumur sekitar sebulan.”Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian, Pa Hanafi. Katanya mau dikasih bantuan bibit,” ungkapnya.

Selain Desa Karangligar, banjir juga melanda 4 Desa Sukamakmur Kecamatan Telukjambe Timur, dengan ketinggian air 5 sampai 10 cm dan 26 rumah di Desa Panyingkiran Kecamatan Rawamerta dengan ketinggian air 20 hingga 50 cm. Kemudian Desa Kutajaya Kecamatan Kutawaluya dengan ketinggan air mencapai 30 cm.

Yasin mengajak masyarakat untuk waspada. Sebab, berdasarkan perkiraan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan masih akan berlangsung hingga dasarian kedua dan ketiga Maret 2020.
“Kami juga mendapat SMS dari BNPB bahwa hujan diperkirakan sampai Maret,” tambahnya.(aef/ded)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *