oleh

Kisah Iud Apendi ‘Maskot Sukwan’ yang Mengabdi 40 Tahun di Dinas Pendidikan

Ketua RT 11 Tahun yang Rumahnya Nyaris Ambruk

40 tahun mengabdi sebagai tenaga sukarelawan (sukwan) hingga dijuluki “Maskot Sukwan” Disdikbud Subang, Iud Apendi kini sangat membutuhkan bantuan pemerintah. Sebab, atap rumah yang ditinggalinya ambruk.

LAPORAN: INDRAWAN SETIADI, Subang

Iud Apendi (64) tahun warga Kelurahan Soklat Kecamatan Subang, mengaku telah puluhan tahun mengabdikan dirinya bekerja sebagai tenaga sukwan, dari zaman masih Departemen Kebudayaan. Saat itu, ia bekerja di Kecamatan Subang.

Menurut pengakuan Iud, ia mulai bekerja di Disdikbud Subang sejak 2 Januari 1979 dan baru mendapatkan SK kontrak yang ditandatangani Bupati Eep Hidayat tahun 2004.

“Alasan tidak diangkat menjadi ASN akibat sudah lanjut usia, di tahun 2005, sudah 48 tahun, sedangkan batasan usia masuk ASN 46 tahun,” kata Iud.

Jika dihitung sampai sekarang, pengalaman kerja atau membaktikan diri di Disdikbud Subang kata Iud sudah 483 bulan, atau 40 tahun lebih dan ia tidak pernah menerima honor sepeserpun.

Iud mengaku, sempat dirumahkan sejak tahun 2010, karena mendapat pemutusan hubungan kerja dan dihargai selama 5 tahun kerja setiap bulannya Rp 300 ribu.

Alasan Iud kembali bekerja menjadi tenaga sukwan di Disdikbud, yaitu menjadi pelaksana sub bagian umum Disdikbud Subang. Dasarnya ada Surat Perintah dari Kadisdik Tatang Komara Nomor 820/SP.176-Disdikbud 2020. Juga adanya Surat Perintah dari Kadisdikbud sebelumnya, H. Kusdinar.

Di usia 64 tahun ini, Iud mengeluh lantaran atap rumah yang ditempati bersama anak bungsunya sudah ambruk.

Apalagi musim sedang hujan begini. Iud sangat berharap adanya kepedulian dari Pemerintah Daerah, lantaran sudah tidak mampu memperbaiki atap rumahnya yang sudah ambruk.

“Saya betulin sendiri saja, sebisa-bisa, berdua dengan anak,” jelasnya.
Pengabdian terhadap pemerintah bukan hanya di Kantor Disdukbud saja, akan tetapi di lingkungan rumahnya, ia juga pernah menjadi ketua RT selama 11 tahun.

Iud mengaku sering dijuluki oleh ratusan teman-teman seperjuangannya saat mereka masih sukwan. Kini semuanya sudah diangkat menjadi PNS, sedangkan hanya dirinya yang tidak diangkat menjadi PNS, sehingga ia dijuluki “Maskot Sukwan”.

Iud tidak pernah mengambil hati atas ejekan teman-temannya, namun ia berdoa semoga keberuntungan berpihak kepada anak-anaknya.

Sedangkan anaknya paling bungsu sekarang mengabdikan dirinya jadi TU di SMA Negeri 3 Subang. “Semoga anak saya menjadi PNS,” pungkasnya.(idr/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *