oleh

Sepi Pengunjung Akibat Corona, Pengusaha Hotel Minta Pengurangan Pajak Hotel

SUBANG-Penyebaran virus korona berdampak luas ke berbagai aspek kehidupan. Termasuk ke aspek bisnis hotel. Pengusaha hotel harus berpikir keras bagaimana caranya mendapatkan tamu. Pada situasi saat ini diakui sulit mendapatkan tamu hotel.

Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, bisa-bisa pegawai ada yang dirumahkan. Hal tersebut diungkapkan pengusaha Hotel Nalendra Plaza, Adityarini Christina Napitupulu.

Dia mengatakan, Hotel Nalendra Plaza berbeda dengan hotel lainnya di Subang. Nalendra tidak menerapkan status karyawan daily work atau part time atau free lance.

Semua karyawan yang lulus masa percobaan tiga bulan akan dikontrak sebagai full staf dengan segala fasilitasnya. Termasuk hak uang service walaupun masih dalam masa percobaan.

“Jika situasi ini terus berkelanjutan, beban perusahaan yang harus ditanggung jauh lebih besar daripada hotel-hptel di Subang yang lainnya, sehingga pd akhirnya akan dipilih opsi merumahkan karyawan untuk sementara sampai keadaan dan volume tamu hotel kembali normal,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres.

Dia mengatakan, tidak hanya Hotel Nalendra Plaza, tapi juga Cottage Nalendra Nuansa Nusantara, dan gedung Serbaguna Mulia yang akan terkena kebijakan dari manajeman. Ketiganya masih dalam satu naungan perusahaan, Nalendra Group Subang.

Meskipun kondisi saat ini sulit, namun pihaknya tetap berusaha agar bisnis terus berjalan. Diakuinya masih ada tamu hotel sekitar satu hingga dua orang. “Tamu menginap sih satu hingga dua orang masih ada. Tapi drop banget emang kalau dibanding dengan biasanya,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Subang Hj. Ratna Setiawan, mengakui dampak dari wabah virus korona tersebut jumlah kunjungan ke hotel dan restoran di Subang menurun drastis.

Terkait adanya penutupan objek wisata kata dia, itu hanya berlaku bagi yang memiliki destinasi wisata, tidaklah bagi hotel. “Jadi hotel-hotel tetap beroperasi seperti biasa. Namun tetap menjalankan SOP keselamatan dalam pencegahan virus korona,” ujar Hj.Ratna.

Selain itu, dengan kondisi yang belum menentu ini pihaknya mengaku akan segera melayangkan surat resmi ke Bupati Subang untuk poin permohonan pengurangan pajak hotel dampak sepinya pengunjung dari virus korona.

“Yang biasa pajak hotel itu 10 persen, kita memohon kepada pemerintah minimal bisa dikurangi setengahnya,” pungkasnya.(ysp/idr/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *