oleh

Kunjungan Wisatawan Dibatasi 30 Persen, Wajib Sediakan Tenaga Medis

LEMBANG-Aturan kunjungan di objek wisata kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan lebih diperketat. Hal itu untuk mencegah potensi penularan virus korona (Covid-19) pada saat era tatanan normal baru atau new normal.
Sesuai aturan, jumlah pengunjung akan dibatasi hanya 30 persen dari luas kapasitas objek wisata, maka jadwal kunjungan akan menggunakan sistem shift agar di dalam lokasi wisata tidak terlalu banyak orang.
“Saat di dalam lokasi wisata penuh pengunjung, calon wisatawan yang lain wajib duduk tunggu di mobil, enggak boleh berkeliaran di luar. Harus mau ikuti aturan, karena siapa suruh datang ke sini (Lembang),” kata Kapolsek Lembang, Kompol Sarche Christiati Leo Dima, Rabu (3/6).
Untuk mengawasi para pengunjung, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pengelola objek wisata agar mendirikan pos pengawasan yang akan digunakan anggota kepolisian dan TNI.
Pihaknya akan memprioritaskan pengawasan di objek-objek wisata favorit yang diperkirakan bakal dipadati pengunjung. Sedangkan pengawasan di objek wisata menengah ke bawah, akan dilaksanakan dengan cara patroli mobiling. “Sesuai perintah Presiden, bahwa di tempat wisata dan tempat-tempat keramaian lainnya ada anggota TNI dan Polri,” bebernya.
Saat nanti dibuka, pengelola objek wisata wajib menyediakan tenaga medis atau minimal medis secara mobiling agar ketika ada pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan bisa langsung ditangani. “Persyaratan protokol kesehatan harus dipenuhi oleh pelaku usaha pariwisata. Seperti tempat mencuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh,” tuturnya.
Sama halnya dengan di tempat wisata, dia melanjutkan, pengelola hotel juga wajib memperketat kepada para tamu yang datang. “Sebelum masuk hotel, tamu wajib mencuci tangan lalu dicek suhu tubuhnya. Kalau diatas 37,5 derajat celsius, akan langsung diserahkan ke tenaga medis untuk ditangani,” lanjutnya.
Pihaknya mengimbau pengelola hotel agar rutin mengecek suhu tubuh tamu, serta meminta kepada para tamu tidak berlama-lama menginap. “Kita koordinasikan seperti itu, kalau bisa dia tidak berlama-lama di hotel,” jelasnya.(eko/sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *