oleh

Rotasi Mutasi Jangan Ada Titipan

SUBANG-Kabar rencana rotasi mutasi dalam waktu dekat ini semakin santer saja. Bahkan sudah ada kabar akan ada kepala dinas juga yang akan terkena rotasi.
Salah satu PNS di Kabupaten Subang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, masih banyak PNS yang kredibilitas sesuai tupoksinya di Kabupaten Subang, namun tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk naik dalam jenjang karier, dan juga pindah ke posisi lain. Jika mendengar kabar rotasi mutase, pasti ada yang sangat berharap untuk bisa naik jabatan, namun banyak juga yang cemas jika akhirnya dipindahkan dari posisi jabatan sebelumnya. PNS di Kabupten Subang masih banyak yang tidak terlihat kinerjanya, bahkan ada yang sampai bertahun dan belasan tahun di tempat yang sama tanpa ada kenaikan jabatan,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Resort Gibas Kabupaten Subang Iwan Irawan Prayoga mengatakan, jika melihat dari rotasi mutasi sudah menjadi rahasia umum dalam pelaksanaannya pasti ada kedekatan dan lainnya. Jika dikaji lebih dalam kurang professional, mengingat nantinya banyak orang-orang yang kompetensinya kurang namun tetap dipaksakan. “Itu sudah menjadi rahasia umum menurut saya. Kedekatan dan lainnya itu harus dipantau,” ujarnya.
Iwan meminta Wakil Bupati Subang agar melakukan pengawasan yang intensif terhadap adanya pelaksanaan rotasi mutasi jika akan digelar. Dikhawatir pelaksanaan rotasi mutase malah tidak sehat. Pelaksanaan rotasi mutasi harus melihat PNS yang berkompeten di bidangnya. “Pengaawasn merupakan tugas dari Wakil Bupati Subang, sehingga pelaksanaan rotasi mutasi menghasilkan PNS yang berkualitas,” katanya.
Sementara itu Ketua DPD PAN Kabupaten Subang Asep Rochman Dimyati pernah menyampaikan rotasi mutasi Bulan Februari 2020 lalu merupakan rotasi mutasi yang tidak bagus. Menurutnyam seolah-olah dipaksakan dimana PNS yang tidak memiliki skill dan kompetensi yang bagus ditempatkan dalam posisi yang berat, sehingga kinerja Pemerintah Kabupaten Subang menjadi kedodoran. “Bisa dilihat rotasi mutasi yang digelar kemarin atau yang terakhir. Ini seperti dipaksakan, sehingga implementasinya menjadi kedodoran,” tandasnya.(ygo/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *