oleh

Masuk Zona Biru, Subang Perketat PSBB Mikro

Bupati Subang H. Ruhimat mengikuti kegiatan video conference dengan Gubernur Jawa Barat H. Muhammad Ridwan Kamil. Selain dihadiri oleh Bupati Subang kegiatan video conference diikuti oleh Wakil bupati Subang, Dandim 0605 Subang, Kapolres dan Kepala perangkat daerah kabupaten Subang.
Gubernur Jawa Barat menyampaikan paparan terkait laju kasus PDP, ODP dan positif di Jawa Barat. Menurut Gubernur Jawa Barat, laju pertambahan harian ODP dan kasus positif menunjukkan tren penurunan namun terkait ODP masih menunjukkan tren fluktuatif
“Dalam 14 Hari terakhir penambahan kasus terbesar terjadi di kota Depok dan kota Bandung. Selanjutnya terdapat 9 kota atau Kabupaten yang tidak ada penambahan kasus positif. Sedangkan untuk Kabupaten Subang dalam 14 hari terakhir mengalami penambahan sebanyak 15 kasus positif Covid-19,” katanya.
Gubernur menyampaikan jumlah kabupaten atau kota yang berada pada level moderat sebanyak 17 kabupaten kota atau 62,96 persen. Sedangkan jumlah kabupaten kota yang berada di level 3 atau cukup berat PSBB Parsial sebanyak 10 kabupaten kota atau 37,04 persen.

Gubernur apresiasi ke kabupaten yang turun dari level kuning ke biru

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat juga menyampaikan apresiasi ke beberapa kabupaten yang turun dari level kuning ke level biru atau moderat, salah satunya yaitu Kabupaten Subang. Gubernur Jawa Barat juga menyampaikan studi kasus pasca pelanggaran Lockdown di berbagai negara.
“Faktor yang mengakibatkan kasus meningkat, yaitu dibukanya kembali sekolah kemudian tidak dilaksanakannya kebiasaan mencuci tangan dan physical distancing,” tegasnya.
Bupati Subang dalam video conference dengan Gubernur Jabar menyampaikan, meski level sudah menurun tetap tidak akan menurunkan kewaspadaan. Kang Jimat akan terus mengupayakan kegiatan rapid test dan pcr secara massive di kantung-kantung penyebaran Covid-19, salah satunya di pasar tradisional.
Selain menyampaikan terkait bansos, Kang Jimat juga menyampaikan data terkait perkembangan Covid19 di Kabupaten Subang.
Menurut Kang Jimat, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional yang berlaku tanggal 30 Mei seharusnya berakhir hari ini tanggal 12 juni 2020. Namun berdasarkan rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh gubernur Jawa Barat PSBB Proporsional berbasis mikro atau desa akan diperpanjang sampai dengan 26 Juni 2020.
Hasil evaluasi menunjukkan angka reproduksi virus saat ini untuk provinsi Jawa Barat berada diangka 0,89. Namun, walaupun angka reproduksi virus menurun, akan tetapi karena masih terjadi penularan, maka provinsi Jawa Barat memutuskan untuk memperpanjang PSBB termasuk kabupaten Subang.
“Berdasarkan hasil evaluasi gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 kabupaten Subang dan arahan dari gubernur Jawa Barat maka kabupaten Subang memperpanjang PSBB Proposional berbasis desa/kelurahan sampai dengan 26 juni 2020 di 10 kecamatan 13 desa terdapat kasus konfirmasi positif Covid-19,” kata Bupati Subang H. Ruhimat dalam pers rilisnya.
Bupati menambahkan, saat ini terlihat adanya penambahan jumlah kecamatan dan desa yang terlaporkan ada kasus konfirmasi positif Covid 19. Saat ini kasus positif Covid-19 di Subang mencapai 59 orang. “Penambahan kecamatan dan desa tertular tidak lain dan tidak bukan karena kualiatas pelacakan kasus kita yang bagus dan masif dengan pelaksanaan rapid test dan swab,” katanya.
Meskipun adanya penambahan kecamatan dan desa yang memiliki konfirmasi positif Covid-19. Bupati bersyukur, Kabupaten Subang saat ini masuk ke dalam zona biru atau level II. Artinya terdapat peningkatan dari satus sebelumnya.

Subang berada di level II

“Alhamdulillah atas kerja keras dan kerjasama semua pihak, berdasarkan hasil evaluasi yang disampaikan Gubernur Jawa Barat kabupaten Subang hari ini berada di level II atau zona biru. Kita bersyukur karena ini merupakan progres yang baik mengingat sebelumnya kabupaten Subang berada di level III atau zona kuning,” ucapnya.
Pemkab Subang akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, mengkonsolidasikan dengan semua pihak dalam rangka adaptasi kebiasaan baru di kabupaten Subang. “Prinsip dasar dari adaptasi kebiasaan baru ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara disiplin oleh setiap individu masyarakat kabupaten Subang.
Terkait dengan pelaksanaan adaptasi kebiasan baru tersbut saya tetap mengharapkan dukungan dari semua pihak, terutama dalam mendisiplinkan dan mengedukasi masyarakat secara masif agar disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19,” pungkasnya.(vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *