oleh

Gus Ahad: Mayoritas Masyarakat Penerima Bantuan Sosial Ingin Dana Tunai

PURWAKARTA-Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Ir H Abdul Hadi Wijaya M.Sc menyebutkan, mayoritas masyarakat penerima bantuan sosial atau bansos lebih menyukai bantuan dalam bentuk dana tunai dibandingkan barang.
Hal tersebut disampaikan Gus Ahad, panggilan akrab Abdul Hadi Wijaya, usai menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi atau Monev, terkait pelaksanaan realisasi bansos di Kabupaten Purwakarta, belum lama ini.
“Dana tunai lebih disukai karena mereka bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya. Di samping itu, juga bisa memudahkan proses pendistribusian. Serta bagus pula untuk pergerakan perekonomian di desa-desa,” ujar politisi dari PKS ini lewat rilisnya yang diterima redaksi, Ahad (28/6).
Baca Juga: Bantuan Sosial Tunai Tahap 2 Segera Disalurkan
Melalui rapat monev yang LO-nya Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Jawa Barat Linda Al Amin ST, MT dan dihadiri Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta Iyus Permana ini, Gus Ahad juga memiliki beberapa catatan penting.
“Pertama, saya mengusulkan agar komunitas-komunitas maupun desa-desa yang selama ini belum menerima bantuan untuk segera didata,” ujar Anggota DPRD dapil Karawang-Purwakarta ini
Kemudian, sambungnya, data tersebut diajukan oleh Pemkab Purwakarta kepada Pemprov Jabar untuk mendapatkan bantuan di tahap kedua.
Untuk diketahui, Kabupaten Purwakarta sudah menyalurkan bantuan Covid-19 tahap 1. Dari sekian banyak bansos yang telah dilakukan itu sudah mencapai 57,5 persen. Diketahui pula jika Kabupaten Purwakarta pada 24 Juni 2020 dinyatakan pertumbuhan reaktif/positifnya nol.

Ada bantuan retur atau tidak bisa disalurkan

Saat rapat tersebut juga terungkap bahwa ada beberapa bantuan yang retur atau tidak bisa disalurkan. Sebabnya, data ganda, penerima yang sudah meninggal, alamat sudah pindah dan sebagainya.
Di Gudang PT Pos juga masih menumpuk beberapa paket. Untuk itu, PT Pos meminta petunjuk akan dikemanakan bantuan yang masih menumpuk itu.
“Nah, komunitas-komunitas dan desa-desa tadi, akan kami usulkan untuk mendapatkan bantuan dari yang lebih atau menumpuk ini. Atau ketika ada penambahan-penambahn bantuan yang baru,” kata anggota legislatif yang dikenal tegas namun murah senyum ini.
Gus Ahad pun menyebutkan, contoh komunitas yang sudah masuk pengajuan di antaranya Ikatan Wartawan Online (IWO), dan Perkumpulan Komunikasi Ojek Purwakarta (PKOP), serta beberapa komunitas lainnya.
Dirinya pun mengapresiasi kesungguhan kerja dari tim di Purwakarta dan mengharapkan agar usulan-usulan tadi bisa disetujui dan bisa direalisasikan. “Tentu dengan payung hukum yang jelas sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari,” ucapnya.(add/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *