oleh

Waspada! Suami Istri asal Padalarang Kabupaten Bandung Barat Oplos Daging Celeng dengan Daging Sapi

Dijual Ke Sejumlah Wilayah Jawa Barat

CIMAHI-Sepasang suami istri berinisial R (45) dan T (24) asal Padalarang Kabupaten Bandung Barat diringkus jajaran Satreskrim Polres Cimahi. Pasangan tersebut terbukti menjual daging celeng yang dicampur dengan daging sapi ke sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Kapolres Cimahi AKBP AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, jual beli daging celeng yang dilakukan sepasang suami istri asal Padalarang Kabupaten Bandung Barat itu sudah dilakoninya sejak tujuh tahun silam.
“Hari Jumat 26 Juni 2020, Satreskrim Polrestabes Cimahi melakukan penangkapan terhadap terduga penjual daging celeng yang dioplos dengan daging sapi.
Baca Juga: Daging Babi Disulap Jadi Daging Sapi Bikin Miris Hati
Ketika diamankan, sepasang suami istri mengakui bahwa perbuatannya sudah dilakukan sejak tahun 2013,” ungkap Yoris saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Selasa (30/6).

Polisi meniyta 12 kilogram daging celeng

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 120 kilogram daging sapi, 12 kilogram daging celeng, 3 unit mesin pendingin atau freezer, sebuah timbangan dan sejumlah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut daging.
“Saat ini kami sudah mengamankan lima orang pelaku, yang dua diamankan dari wilayah Bandung, dan dari Padalarang. Yang tiga lainnya berasal dari Tasikmalaya, Cianjur, dan Purwakarta.
Satu orang belum bisa diamankan karena sakit. Toko yang di Bandung sampai saat ini belum diamankan karena toko ini tutup,” ucapnya.
Yoris menyebutkan, pelaku sudah memiliki empat pelanggan tetap. “Yang pertama di daerah Purwakarta dengan pemesanan sebanyak 70 kg per bulan, yang kedua di daerah Tasikmalaya dengan penjualan sebanyak 30 kg per bulan” sebutnya. “Selanjutnya di daerah Cianjur juga 30 kg perbulan, juga di daerah Bandung yakni di rumah makan sebanyak 40 kilogram per bulan,” tambahnya.
Peredaran daging celeng di Kota Bandung, menurutnya didistribusikan ke sejumlah rumah makan dan diolah menjadi masakan rendang. Selain di Kota Bandung, daging celeng itu juga menjadi bahan baku pembuatan bakso yang dioplos dengan daging sapi di wilayah Ciawi, Tasikmalaya.

Harga daging celeng lebih murah

“Alasannya, karena harga daging babi ini lebih murah dari daging sapi. Daging babi yang ada dicampur dengan daging sapi, dioplos, diperjualbelikan, dengan sengaja, seolah-olah itu daging sapi,” kata Yoris.
Yoris menuturkan, motif penjualan dipicu karena alasan ekonomi. Dengan menjual daging celeng, pelaku dapat meraup untung lebih besar. “Kalau kita analogikan, harga daging celeng satu kilonya sekitar 40-50 ribu, harga daging sapi satu kilonya mencapai 120 ribu atau lebih.
Jadi motifnya memang untuk mendapat keuntungan ekonomi,” papar Yoris.
Atas perbuatannya, kelima pelaku dijerat dua pasal. Pertama, Pasal 62 ayat 1 atau 2 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf d UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; Ayat 1.
Kedua, Pasal 91 A Jo Pasal 58 ayat (6) Undang Undang RI Nomor 41 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
“Pasal yang kita persangkakan, ada dua Undang-undang. Yang pertama undang-undang tentang pelayanan konsumen perlindungan konsumen. Yang kedua ini tentang peternakan dan kesehatan, dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun,” tegasnya.
“Kepada kelima orang ini, sekarang sedang diproses di Polres Cimahi. Dan rencananya akan kita limpahkan ke polres-polres yang lain, Polres Cianjur, Polres Tasikmalaya, Polres Purwakarta. Karena TKP penjualan semuanya berasal dari sana,” pungkasnya.(eko/vry)

Kasus Penjualan Daging Celeng

Kepolisian Amankan Lima Pelaku
Padalarang (Pasturi berinisial R (45) dan T (24))
Tasikmalaya
Cianjur
Purwakarta

7 Tahun Beroperasi Sejak Tahun 2013

Barang Bukti
120 kilogram daging sapi
12 kilogram daging celeng
3 unit mesin pendingin atau freezer
Sebuah timbangan
Sejumlah kendaraan
Miliki Empat Pelanggan Tetap
Purwakarta pemesanan 70 kg per bulan
Tasikmalaya penjualan 30 kg per bulan
Cianjur pemesanan 30 kg perbulan
Bandung (rumah makan) 40 kg per bulan

Peredaran daging celeng diolah menjadi rendang dan bakso

*Kelima pelaku dijerat dua pasal

1. Pasal 62 ayat 1 atau 2 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf d UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; Ayat 1.
2. Pasal 91 A Jo Pasal 58 ayat (6) Undang Undang RI Nomor 41 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *