oleh

DPRD Karawang Dorong CSR Disalurkan untuk Bidang Pendidikan

KARAWANG-Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan, bisa turut mengembangkan dunia pendidikan dari infrastruktur dan menciptakan calon tenaga kerja professional, sesuai dengan kebutuhan berbagai perusahaan yang ada di Kabupaten Karawang.
Anggota Pansus Raperda Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR), Taman SE., mengatakan, dengan formulasi yang tepat dalam penyaluran CSR ke lingkungan pendidikan, bisa mengembangkan kualitas siswa. Mulai dari pembangunan infrastruktur sekolah sampai penyerapan tenaga kerja.
Apalagi di wilayah Sekolah Menengah Atas (SMK), lanjut Taman yang juga Anggota Komisi IV DPRD Karawang, bisa juga menciptakan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan di Karawang. Sehingga, hal itu bisa menjadi salah satu cara mengatasi pengangguran.
Baca Juga: Aktivis Pertanyakan Tersangka Kasus CSR Alun-alun Subang
“Raperda yang sedang kami bahas membuka ruang bagi perusahaan bisa memberikan CSR-nya untuk lingkungan pendidikan dan turut mengembangkan kualitas siswa. Tinggal kita cari formulasinya, agar ini juga bisa menciptakan calon tenaga kerja profesional yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” katanya.

SMK  khusus dari dana CSR

Ia mengungkapkan, sebelumnya Komisi IV sempat melakukan kunjungan ke Kabupaten Bekasi terkait mempersiapkan tenaga kerja dan program pengentasan pengangguran. Di Bekasi terdapat SMK khusus yang dibangun beberapa perusahaan otomotif melalui dana CSR.
“Sekolah yang dibangun perusahaan ini bisa menciptakan tenaga kerja yang siap kerja sesuai keilmuan di sekolah. Karena mereka bisa mempelajari spesifikasi yang dibutuhkan perusahaan selama tiga tahun sekolah,” ungkapnya.
Artinya, lanjut Taman, di Karawang dengan ribuan perusahaan yang ada sangat memungkinkan untuk menciptakan hal serupa. Atau bahkan mencari formulasi berbeda yang cocok dengan kearifan lokal Karawang.
“Misal, melalui CSR perusahaan otomotif dan elektronik bekerjasama dengan SMK yang ada di Karawang dengan memberikan alat seeta tenaga pengajar. Siswa SMK di Karawang bisa mempelajari spesifikasi kebutuhan perusahaan selama masih di sekolah, dan ketika lulus sudah benar-benar siap untuk bekerja,” paparnya.
Masih kata Taman, masalah teknis pelaksanaan pemanfaatan CSR tentunya akan menjadi PR untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang agar apa yang tertuang dalam Perda bisa terealisasikan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami di DPRD membuat regulasi secara umum dalam Perda CSR. Tinggal bagaimana nanti pemkab membuat juklak dan juknis nya dalam Perbub agar tujuan dari perda ini dapat terealisasikan,” tandasnya.(use/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *