oleh

Tim Velox Pejaten Dekontaminasi Masjid Agung Baing Yusuf

PURWAKARTA-Badan Intelijen Negara (BIN) melalui Tim Velox Pejaten menggelar sosialisasi, edukasi dan dekontaminasi di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, Ahad (19/7).
Sosialisasi tersebut terkait Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), sedangkan edukasi dalam rangka pencegahan penularan COVID-19. Adapun dekontaminasi merupakan penyemprotan disinfektan di dalam maupun di lingkungan sekitar Masjid Agung Baing Yusuf.
Salah seorang perwakilan Tim Velox Pejaten, Rajendra Pranata menyebutkan, pihaknya berterima kasih dan mengapresiasi atas kerja sama segenap pengurus Masjid Agung Baing Yusuf.
“Termasuk kepada warga sekitar masjid juga para peserta sosialisasi AKB dan edukasi protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19,” ujar Pranata.
Disebutkannya, sesuai dengan amanat UU 17 tahun 2011, BIN bertugas melakukan deteksi dini dan cegah dini berbagai ancaman. Termasuk Pandemi COVID-19 maupun wabah lainnya yang dianggap dapat mengancam kehidupan dan eksistensi bangsa Indonesia.
“BIN melalui Tim Velox Pejaten terus melakukan berbagai aksi nyata dalam rangka melaksanakan deteksi dini dan cegah dini, serta upaya dekontaminasi,” kata Pranata di sela kegiatan.
Selain sosialisasi, edukasi, dan dekontaminasi, Tim Velox Pejaten juga membagikan masker, hand sanitizer dan vitamin kepada masyarakat, khususnya jemaah di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta.
Pranata menyebutkan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi bahwa tempat ibadah yang di dalamnya terdapat aktivitas masyarakat umum seperti masjid, memiliki potensi adanya penularan atau penyebaran COVID-19.
“Sehingga penyemprotan disinfektan di Masjid Agung Baing Yusuf perlu dilakukan sebagai salah upaya pencegahan penyebaran COVID-19,” ucap Pranata.
Adapun sosialisasi dan edukasi ini, sambungnya, juga penting dilakukan. “Yakni untuk memberikan pengetahuan dan wawasan terkait COVID-19 serta sarana sosialisasi penerapan AKB kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut Pranata menuturkan, selama lebih dari lima bulan terakhir ini, BIN yang merupakan perwakilan pemerintah, telah banyak melakukan berbagai aksi nyata guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.
“Untuk kegiatan sosialisasi, edukasi, dan dekontaminasi, telah kami laksanakan di beberapa tempat. Di antaranya di fasilitas tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, dan vihara. Kemudian fasilitas-fasilitas umum seperti pasar, stasiun, halte, terminal hingga rest area,” kata Pranata.
Tak sampai di situ, pihaknya juga menyasar fasilitas-fasilitas sosial lainnya seperti pondok pesantren, panti asuhan, hingga yayasan sosial. Rangkaian kegiatan ini, sambung dia, sekaligus sebagai upaya penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru. Ini seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Pranata menambahkan, semuanya tentu berharap pandemi COVID-19 ini dapat segera reda dan berakhir. Semua juga harus siap menjalani tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru.
“Di mana kita semua bisa kembali beraktivitas, kembali produktif, namun tetap aman dari COVID-19. Dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong kita pasti dapat lalui pandemi COVID-19 ini,” ucapnya.(add/ded)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *