oleh

Forum Masyarakat Peduli Patimban Dorong Pemberdayaan Tenaga Kerja Pelabuhan Patimban

SUBANG-Forum Masyarakat Peduli Patimban (Fomppa) mendorong penyerapan tenaga kerja lokal di Pelabuhan Patimban lebih maksimal. Hal ini diutarakan oleh Ketua Fomppa Soib Susanto dalam keterangannya pada Pasundan Ekspres.
Menurut Soib, kehadiran Proyek Strategis Nasional Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, memunculkan harapan penyerapan ribuan tenaga kerja, untuk ikut andil dalam pembangunan tersebut. “Harapan warga setempat sangat tinggi, proyek Pelabuhan harus bisa memberikan manfaat utamanya pada warga sekitar dengan ikut andil bekerja di proyek Pelabuhan Patimban,” kata Soib.
Namun ia juga mengakui, untuk bekerja di proyek Pelabuhan Patimban diperlukan skill, keahlian serta kompetensi yang sesuai dalam bidangnya. Untuk itu, pihaknya juga akan terus mendorong pada Pemerintah daerah Kabupaten Subang serta Kemenhub selaku kementerian yang punya peran dalam proyek ini.
“Peningkatan skill melalui pelatihan-pelatijan harus diperbanyak dengan beragam kompetensi tentunya. Ini untuk keperluan jangka panjang,” jelas Soib.
Baca juga: Pemerintah Pusat Akan Bantu Nelayan Patimban
Menurut Soib, warga lokal atau sekitar perlu mendapatkan banyak pelatihan dan peningkatan skill. Sebab, tak dipungkiri SDM untuk dapat bekerja di proyek Pelabuhan Patimban memang harus cakap. “Maka harus dipersiapkan, sebelumnya mereka nelayan, petani, ada juga buruh. Peningkatan skill itu perlu, seperti mislanya keahlian bongkar muat, menyetir forklift atau mobil, pengelasan serta hal-hal lainnya,” jelas Soib.
Sementara itu, Sekretaris Fomppa Imam Abdul Aziz menambahkan, saat ini suara-suara ketakutan tergesernya, warga lokal atau putra daerah dengan masuknya tenaga kerja dari luar terus bergema.

Banyak yang ingin bekerja tapi minim informasi

Disisi lain, Imam juga mendorong bagi perusahaan kontraktor yang ada saat ini untuk terbuka ketika memang ada lowongan pekerjaan dan memprioritaskan pekerja lokal yang memang cocok dan memiliki skill juga kompetensi. “Banyak yang ingin bekerja disini tapi minim informasi, pemberdayaan masyarakat lokal harus diperhatikan agar masyarakat lokal tak tergerus dan hanya jadi penonton,” tegas Imam.
Imam juga menyebut, pentingnya pelatihan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas calon tenaga kerja dan juga menciptakan dan menyediakan calon tenaga kerja yang kompeten, mandiri dan profesional di masa depan.
Imam juga berharap beberapa rencana pelatihan yang akan diselenggarakan oleh Konsultan maupun JICA ada yang direvisi seperti Pelatihan Ternak Ikan Lele dan Domba. “Itu sepertinya kurang begitu nyambung, kami cenderung ingin mengusulkan hal yang berkaitan seperti Diklat Driver atau sejenisnya,” ucap Imam.
“Peserta pelatihan yang lulus memegang juga harus diberikan sertifikat kompetensi dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang sudah di akui oleh negara. Sehingga perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli langsung menarik para peserta pelatihan tenaga kerja yang sempat menimba pelatihan,” tuturnya.(ygi/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *