oleh

HUT RI Ke- 75 Tak Ada Pawai Alegoris

SUBANG-Sosialisasikan Perayaan HUT RI ke-75, Pemerintah Kecamatan Pamanukan menggelar rapat minggon Selasa (4/8). Kegiatan dipimpin langsung oleh Camat Pamanukan Moch Solih.
Dalam rapat tersebut, Camat Pamanukan M. Solih menyampaikan, Pada pelaksanaan upacara kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun 2020 akan digelar berbeda. “Nanti ada pembatasan peserta upacara bendera termasuk dari perwakilan instansi maupun desa,” ucapnya.
Selain itu, hal lain yang dibahas adalah acara tahunan saat Agustus yakni pawai Alegoris di area Pusat Perekonomian Pamanukan pada tahun ini terpaksa ditiadakan.
Baca Juga: 1.000 Penari Oyag Jajaka Cipeundeuy Warnai HUT RI Ke-74
“Kita masih berada disituasi pandemi Covid-19, melihat dan mendengar informasi yang sudah, itu seperti Ajang yang ditunggu masyarakat Pamanukan, dan mengundang animo massa banyak. Ini sementara harus dihindari dulu,” ucapnya.
Camat Solih memahami, bahwa pada bulan Agustus ini, masyarakat mengharapkan banyak kegiatan dengan momen-momen perayaan semarak HUT RI. “Akan tetapi pada tahun ini belum dapat kita laksanakan sebagaimana biasa, harap difahami dan mohon dimaklumi karena memang situasinya belum memungkinkan,” jelasnya
Sementara itu, Danramil Pamanukan Kapten Asep Ruhiat mengatakan, situasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) termasuk dalam kegiatan perayaan kemerdekaan saat ini harus dilaksanakan dengan sederhana dan tidak mengundang keramaian.
“Termasuk upacara pun pesertanya dibatasi, jadi memang perlu sosialisasi ke masyarakat soal ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Pamanukan Amang mengaku dilema dengan informasi ini. Sebab, Ketua Karang Taruna di Desa juga tengah menunggu informasi terkait hal itu.
“Kami memahami tapi memang dilematis, ada beberapa agenda yang dicancel, tapi akan kami sampaikan lebih dulu. Sebab banyak desa juga yang telah bersiap merayakan kemerdekaan meskipun levelnya ditingkat Desa bahkan hingga RT/RW,” imbuhnya.
Selain membahas kegiatan perayaan kemerdekaan, rapat minggon kali ini juga turut membahas mengenai giliran air untuk pertanian, percepatan desa ODF (open defecation free).(ygi/sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *