oleh

Macan Citarum Indonesia (MCI): Pastikan Perusahaan Pembuang Limbah

Sayangkan Dansektor dan DLHK Tidak Bertindak

KARAWANG-Organisasi masyarakat Macan Citarum Indonesia (MCI) menggelar aksi di depan kantor Pemkab karawang, Selasa (5/8). Aksi ini terkait dugaan pencemaran terhadap Sungai Citarum yang berubah warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau yang menyengat.
Wakil Sekretaris Jenderal Macan Citarum Indonesia, Iwan Sukriwan mengungkapkan bahwa aksi yang diikuti oleh 200 orang peserta itu untuk menyampaikan tuntutan terkait pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wawan Setiawan mengenai pengendapan limbah sedimen.
“Yang pertama terkait dengan statemen nya kepala dinas LH yaitu pencemaran limbah warma hitam pekat dan bau itu dikarenakan pengerukan di wilayah wilahar.
Baca Juga: Satgas Citarum Harum Telisik Penyebab Air Menghitam
Tapi setelah di kroscek kelapangan tidak ada pengerukan yang langsung bercampur dengan lumpur atau limbah yang berwarna hitam, yang kedua pembuangan limbah yang katanya pengendapan limbah bertahun-tahun sedimentasi ini tidak masuk logika kami.
Karena beberapa bulan yang lalu air Citarum ini meluap karena musim hujan, endapan seperti itu dengan debit air yg besar pasti akan terbawa,” ujarnya.
Selanjutnya, pria dengan panggilan akrab Iwan Portal itu menambahkan, kepala dinas harus berhati hati dalam memberikan statemen dan jeli dalam menganalisa suatu persoalan.

Buka aliran air dari Walahar 15 menit

Dalam penyelesaian masalah ini DLHK dan satgas Dansektor 18,19 akan membuka aliran air dari walahar dalam kurun waktu 15 menit sehinggal diharapkan sedimentasi itu bisa terbuang.
“Kita lihat selama satu minggu masih ada atau tidak, kalau masih ada lagi, itu murni pembuangan limbah itu dari perusahaan. Tinggal bagaimana DLH memastikan, meyakinkan sesungguhnya perusahaan mana yang membuang limbah seperti itu,” tegasnya.
Dalam aksi kali ini MCI bertindak dengan memberikan surat terhadap perusahaan yang mengeluarkan limbah, tujuannya agar lebih diperhatikan terkait persoalan limbah.
“Jika mereka tidak memahami apa yang kami sampaikan, maka kami akan datang mengunjungi memberikan penjelasan. Ini persoalan Karawang, ini persoalan Citarum. Anda sebagai salah satu pembuang penghasil limbah ke Citarum. Jadi tolong, lebih diperhatikan kembali,” katanya.
Iwan dalam hal ini, sangat menyanyangkan sikap Dansektor dan DLH yang tidak langsung menindak saat melakukan sidak terhadap tempat pembuangan limbah di salah satu perusahaan. “Pembuangan itu emang sangat hitam, cuma yang kami sayangkan Dansektor dan DLH tidak langsung menindak. Itu yang kami sayangkan,” katanya.(use/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *