oleh

Keterlibatan Usaha Kecil Menengah Faktor Keberhasilan Pariwisata

Ekonomi Meningkat, Kurangi Angka Pengangguran

Salah satu keberhasilan pengembangan wisata di Lembang adalah selalu melibatkan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), sebagai kekuatan lokal yang menjadi penarik wisatawan. Seperti halnya yang dilakukan oleh Perry Tristianto pengusaha asal kota Bandung, dengan bisnisnya di berbagai sektor termasuk pariwisata.
Laporan: EKO SETIONO, Bandung Barat
Dalam mengembangkan usahanya, ratusan usaha kecil menengah dibinanya dan diwadahi dalam sebuah konsep pasar terapung. Melalui tangan dinginnya, danau dengan nama ‘Situ Umar’ dahulu sebagai tempat pemancingan warga, kini menjadi tempat mengais rezeki para pedagang kecil dalam bentuk pasar terapung.
Sehingga, dengan konsep yang menarik, menjadikan pasar terapung atau Floating Market di Lembang Bandung Barat ini, menjadi sebuah destinasi wisata kuliner yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Tarik Minat Wisatawan, The Great Asia Afrika Gelar Pentas Budaya
Kepada Pasundan Ekspres, belum lama ini, Perry mengungkapkan yang menjadi faktor keberhasilan sebuah pariwisata adalah ketika melibatkan para pelaku UKM. Menurutnya, disana ada sebuah prodak asli dari warga setempat sebagai bagian dari local kulture, baik itu hand Made atau dalam bentuk kuliner.
“Dalam setiap mengembangkan wisata, saya tidak terlepas dari adanya keterlibatan kulture masyarakat setempat, ini yang menjadi kekuatan terpenting dalam membangun usaha, melibatkan pelaku UKM setempat,” ujarnya.

Sebelum pandemi wisatawan banyak datang

‘Surga’ bagi pelaku UKM dan penikmat kuliner tradisional ini. Sebelum pandemi Covid-19 memasuki Indonesia, ribuan wisatawan mendatangi tempat tersebut sebagian besar karena sekedar ingin mencicipi makanan tradisional.
Akan tetapi, meskipun dalam keadaan pandemi, Floating Market tetap memberikan harapan besar terhadap para pelaku UKM. Pasalnya, saat New Normal pun banyak pengunjung yang merindukan makanan atau kuliner tradisional. “Di sana (Floating Market) ada lotek, ada bubur, ada surabi, ada sate, semuanya makanan kampung. Karena bidikan kita kan orang kota, semuanya melibatkan UKM,” ucapnya.
Perry menambahkan, salah satu hambatan bagi pelaku UKM adalah pemasaran, sehingga dengan konsepnya (Pasar terapung) banyak para pelaku usaha kecil yang merasa terbantu, karena diwadahi dan target pasarnya yang sudah jelas.
“Lembang ini kulture Sunda, jadi bicara Floating ini bicara Jawa Barat. Saya berdayakan UKM setempat, yang menyajikan makanan khas Jawa Barat dan yang membelinya adalah orang kota,” paparnya.
Menurutnya, Efek domino dari kemajuan UKM sangat nyata. Selain pelakunya yang meningkat secara ekonomi, juga ada para pekerja yang berperan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.
Sementara itu, lanjut dia, sistem kerjasama yang dibangun bersama UKM adalah kerjasama yang saling menguntungkan. Sehingga UKM dapat berkembang dan maju dengan pesat. “Sistem kerjasama yang kami bangun adalah bagi hasil, ke saya hanya 25%. Semua kebutuhan UKM disiapin, Kebersihan, listrik, lapak semua kami siapkan,” katanya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *