oleh

Akademisi Tertarik Toleransi Kampung Adat Banceuy

Bangun Kesadaran di Tengah Perbedaan

Akademisi Tertarik Toleransi Kampung Adat Banceuy -Tim Pengabdian Pada Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (P2M FIS UNJ) sukses menggelar pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bernama Gapura “Bhinneka Tunggal Ika” Media Pelestarian Nilai-Nilai Luhur Kampung Adat Banceuy Kecamatan Ciater Subang.
Ada tiga pemateri dalam kegiatan yang digelar 8 Agustus 2020 itu. Antara lain Dr. Tjipto Sumadi, MSi., MPd, Asep Rudi Casmana, SPd., MA dan Zhulian Saputra (mahasiswa tingkat akhir).
Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 10 orang yang terdiri peserta dari Kampung Adat Banceuy dan Tim P2M FIS UNJ. Jumlah peserta dibatasi mengingat masih dalam kondisi Covid-19.
Baca Juga: Dosen PPKN Universitas Negeri Jakarta Ajak Siswa Sadar Hukum
Tim Pengabdian Pada Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (P2M FIS UNJ) Dr. Tjipto Sumadi, MSi., MPd mengatakan, tujuan kegiatan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa perbedaan pandangan dan pilihan hidup hanya merupakan perbedaan cara untuk membangun masyarakat dan bangsa.
“Membangun kesadaran masyarakat harus melalui nilai-nilai luhur yang hidup dan berkembang di masyarakat itu sendiri,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, kemarin.
Dia menyampaikan, tujuan lainnya dari kegiatan ini agar nilai-nilai luhur masyarakat dapat memotivasi keutuhan bangsa yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika. “Terciptanya masyarakat yang harmonis dalam kehidupan sehari-hari melalui pengamalan nilai-nilai luhur yang ada di Kampung Adat Banceuy,” ujarnya.
Dia menjelaskan, nilai-nilai luhur yang dipampang di Gapura antara lain “Jati Ulah Kasilih Ku Junti” dan “Urang Kudu Saiketan Sabeungkeutan Nu Jauh Urang Dekeutkeun Nu Dekeut Urang Raketkeun”.
Dr. Tjipto Sumadi, MSi., MPd menuturkan, kegiatan ini merupakan implementasi dari hasil penelitian tahun 2019 tentang nilai-nilai luhur bangsa yang tumbuh dan berkembang sebagai nilai kearifan lokal (local values dan local wisdom). Isi pesan nilai-nilai luhur tersebut hingga dewasa ini diyakini kebenarannya.
Oleh karena itu, nilai-nilai luhur tersebut harus ditransfgormasikan kepada generasi berikut. “Salah satu metode untuk mentransformasikan nilai-nilai luhur itu, adalah melalui pemasangan tulisan (banner) di gapura, agar semua orang dapat melihat, membaca, dan menghayati isi pesan tersebut. Dengan demikian, diharapkan nilai-nilai luhur ini dapat meangkan penetrasi nilai-nilai negative yang dating dari luar Kampung Adat Banceuy,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat terlestarinya nilai-nilai luhur dan budaya yang hidup dan berkembang serta, terciptanya rasa toleransi dan kebhinnekatunggalikaan pada masyarakat Banceuy.
“Dengan demikian, diharapkan Kampung Adat Banceuy menjadi Desa Pelopor Kehidupan yang Toleran dan Berbhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.(ysp/sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *