oleh

Gedung Dakwah Steril dari Pedagang

SUBANG-Para pedagang di halaman gedung dakwah Subang, mendadak lenyap setelah gedung dakwah dijadikan tempat sekertariat MTQ tingkat Jawa Barat.
Diketahui kemudian ternyata mereka dipindahkan di area atelir tepat sebelah selatan kantor bupati. Saat dikonfirmasi pada salah satu pedagang, Erwin (39) mengungkapkan, jika pindahnya beberapa pedagang tersebut mengikuti imbauan dari pemerintah. Ini juga sebagai bentuk dukungan bagi Pemda Subang agar berlangsung MTQ tingkat Jawa Barat yang berlangsung di Subang bisa berjalan sukses.
“Ya ini bentuk dukungan kami, agar Subang terlihat lebih tertata, dengan ditempatkan khusus, maka kami juga lebih menyadari beberapa titik di sekitar alun-alun menjadi lebih nyaman dipandang mata,” jelasnya.
Namun dia juga menyampaikan harapannya, yakni bisa terciprat berkah MTQ, apalagi setelah menjalani masa sulit selama pandemi. Kedatangan beberapa tamu dari seluruh pelosok Jawa Barat, semoga bisa turut mendorong pendapatannya melalui banyaknya pembeli.
“Mudah-mudahan saja, ada rezekinya dari MTQ,” jelasnya sambil senyum tersipu.
Sedangkan Asisten Daerah (Asda) I Setda Kabupaten Subang Asep Nuroni mengatakan, persiapan Subang yang bertindak sebagai tuan rumah, terkait venue perlombaan semuanya sudah siap.
Termasuk penerapan protokol kesehatannya. Tempat pembukaan ada perubahan pengalihan tempat, dari semula di dalam Aula Pemkab Subang, menjadi di halaman Kantor Pemkab Subang. Serta pergeseran waktu pelaksanaan dari sebelumnya 3 September pembukaan, menjadi 4 September.
“Insya Allah semuanya sudah siap, meski ada perubahan tempat dan waktu pembukaan,” tegas Asep.
Asep menambahkan, MTQ kali ini tidak seperti MTQ sebelumnya, karena di tengah pandemi Covid-19. Jadi, saat penyisihan tidak seluruh kontingen berkumpul di Subang, tetapi secara bertahap. Hari pertama sampai selesai penyisihan diatur 6 Kabupaten/Kota yang datang secara bergantian ke Subang. Kemudian hasilnya, atau yang maju ke babak final, akan diumumkan secara virtual. Semua itu untuk menghindari, resiko penularan Covid-19 di MTQ Ke-36 tahun 2020 ini.
“Semua itu kita lakukan, agar dalam pelaksanaan MTQ nanti, tidak menjadi media penularan pandemi covid di Kabupaten Subang khususnya, yang bertindak selaku tuan rumah. Begitupun bagi peserta dari Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat,” tukasnya.(idr/vry)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *