Teroris di Jatim Sudah Siapkan Amaliah

Teroris di Jatim Sudah Siapkan Amaliah
0 Komentar

Dia mengatakan mengatakan kegiatan-kegiatan seperti itu perlu diperhatikan. Terlebih, diia menilai aktivitas terorisme di Indonesia terbilang meningkat seiring waktu. Mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Vision of Humanity, Indonesia menempati posisi ke-35 negara terdampak terorisme pada 2019, naik dari posisi ke-42 pada 2017.

“Harapan kita semua harus menjauh dari angka kecil, jangan mendekat. Harapannya kita harus lebih dari (peringkat) 50. Ironisnya sekarang kita malah mendekat ke arah kecil,” katanya.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan untuk mencegah menyebarnya paham radikal terorisme harus melibatkan semua pihak.

Baca Juga:Kecewa Penanganan Banjir Tak Jelas, Formasu akan Gerudug BBWSTolak Minol, Pemuda Muhammadiyah Subang Minta Kepres 10 Tahun 2021 Dicabut

“Harus melibatkan unsur pemuda, akademisi, paguyuban kesukuan, dan forum masyarakat untuk umat beragama. Melalui itu narasi kebangsaan ini akan semakin baik diterima masyarakat, terutama generasi muda,” katanya.

Dijelaskannya, paham radikal dapat dicegah dengan langkah literasi dan edukasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Agar lahir sebuah pemahaman yang sama dalam menyikapi fenomena pengaruh paham ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Sebab itu, lanjut dia, diperlukan adanya sinergi dan dukungan pemerintah daerah, tokoh agama, serta tokoh adat dalam memperkuat sikap masyarakat dari propaganda radikal.

“Karena kita harus menyelamatkan generasi muda kita ini dari pengaruh paham radikal intoleran, yang dewasa ini secara masif menggunakan media sosial dalam menyebarkan paham dan ideologinya. Ini yang harus bersama-sama kita mencegahnya,” tegasnya.(fin/ded)

Laman:

1 2 3
0 Komentar