Kepemimpinan Islam Satu-satunya Tumpuan Harapan

Kepemimpinan Islam Satu-satunya Tumpuan Harapan
0 Komentar

Dalam Islam, tauladan kepemimpinan hanyalah Rasulullah saw., beliau menyelesaikan berbagai persoalan, menjadi benteng untuk menjaga dan memelihara umat dalam segala aspek kehidupan. Setelah beliau diikuti oleh para shahabat setelahnya. Kepemimpinan yang bertanggung jawab, berani berkorban demi rakyat. Kepemimpinan dijalankan semata-mata untuk mencari ridha Allah.

Kepemimpinan yang penuh rahmat hanya ada dalam sistem Islam/khilafah, dikenal juga dengan sebutan imamah. Di antara hadis yang menegaskannya, adalah:

“Awal urusan ini (Islam) adalah kenabian dan rahmat, kemudian Khilafah dan rahmat, kemudian imarah dan rahmat.” (HR at-Thabrani).

Baca Juga:Revisi UU ITE, Akankah Memberikan Rasa Keadilan?Birokrasi di Sistem Demokrasi

Dalam wacana Islam, pemimpin sering disebut imam (pemimpin yang diikuti), ra’in (penggembala yang mengurusi), ra’is (kepala, yang mengarahkan), mas’ul (penanggung jawab), dan hakim (penguasa, yang menerapkan hukum). Karenanya, pemimpin dalam Islam haruslah individu yang dapat menjalankan fungsi-fungsi tersebut. Pemimpin haruslah mumpuni dalam hal ketakwaan, amanah, kejujuran dan keahlian.

Selain itu pemimpin diangkat untuk menerapkan hukum syariat atas rakyat. Hubungan antara rakyat dan penguasa didasarkan pada ketakwaan kepada Allah Swt. Karenanya, rakyat wajib menaatinya sekaligus memberikan koreksi kepadanya. Karena berdasar ketakwaan pemimpin ridha kepada rakyatnya juga sebaliknya.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Laman:

1 2
0 Komentar