Hasil Survei: 85 Juta Pekerjaan di 2025 Diganti Robot, Tapi….

Hasil Survei: 85 Juta Pekerjaan di 2025 Diganti Robot, Tapi....
0 Komentar

MEKANISASI dengan mesin maupun robot hingga digitalisasi sedang dan akan terus bergulir menggantikan pekerjaan manusia. Beberapa tahun ke depan diramal makin banyak pekerjaan manusia digantikan oleh mekanisasi bahkan robot, jumlahnya jutaan pekerjaan. Mengerikan kah?

Proyeksi soal masa depan kaitannya dengan dominasi mesin dan robot terhadap pekerjaan manusia sudah banyak jadi ramalan lembaga riset. Termasuk, akhir tahun lalu Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) mengeluarkan laporan bertajuk The Future of Jobs Report 2020. Survei ini dilakukan karena dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan ketimpangan pendapatan yang semakin besar dan diperparah dengan maraknya permasalahan sosial.

Alasan utama lainnya adalah adanya kekhawatiran akan hilangnya pekerjaan yang didorong oleh penetrasi teknologi terbaru. Ketakutan ini sejalan dengan hasil survei, dimana secara global, 43,2% dari jumlah perusahaan yang disurvei mengatakan bahwa mereka akan mengurangi jumlah karyawan saat ini dikarenakan integrasi teknologi dan otomasi.

Baca Juga:Pemkab Purwakarta Dinilai Tak Serius Tangani Longsor SukasariJumlah Pasien ODGJ Meningkat Selama Pandemi

Dalam survei pekerjaan tersebut, pengusaha mengharapkan jika per tahun 2025 jumlah pekerjaan redundant berkurang 15,4% menjadi hanya 9% dari total tenaga kerja.

Pekerjaan redundant bisa dikatakan juga sebagai pekerjaan yang ‘mubazir’, jenis pekerjaan ini adalah pekerjaan yang bisa digantikan oleh mesin dan tidak dibutuhkan lagi, sehingga tidak ada perekrutan baru untuk posisi pekerjaan tersebut. Akan tetapi di sisi lain profesi-profesi baru dari perkembangan teknologi akan tumbuh dari 7,8% menjadi 13,5% dari total pekerja.

Berdasarkan estimasi WEF, di tahun 2025 akan terdapat 85 juta pekerjaan yang hilang dan dapat digantikan oleh mesin, algoritma kecerdasan buatan atau tenaga kerja baru dengan kebutuhan akan skill yang berbeda.

Pekerjaan yang berisiko tergantikan itu diantaranya adalah akuntan dan auditor, pekerja di pabrik perakitan dan operator mekanik pertambangan. Meskipun 85 juta pekerjaan berpotensi hilang atau tergantikan, perkembangan teknologi juga berpotensi menciptakan 97 juta peran baru, jenis pekerjaan yang lebih gampang beradaptasi dan bekerjasama dengan bauran baru tenaga kerja yang terdiri dari manusia, mesin dan algoritma.

Dalam laporan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) mengeluarkan laporan bertajuk The Future of Jobs Report 2020.

0 Komentar