oleh

Pemkab Purwakarta Dinilai Tak Serius Tangani Longsor Sukasari

PURWAKARTA-Jalan utama menuju Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, hingga kini masih belum bisa dilalui kendaraan mau pun pejalan kaki usai longsor dan jalan ambles yang terjadi beberapa waktu lalu. Agar tetap dapat beraktivitas, sejumlah warga yang berada di wilayah Kecamatan Sukasari terpaksa harus melewati jalan alternatif dengan kontur tanah yang terjal dan licin.

Atas kondisi itu, warga setempat berharap pembangunan jalan utama yang rusak dapat dipercepat.
Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Sukasari Didi Dianta menilai, jika Pemerintah Kabupaten Purwakarta tidak serius dalam menangani pascabencana terutama memulihkan jalur utama menuju Kecamatan Sukasari yang terputus. “Butuh penanganan yang pasti. Karena putusnya jalur tersebut membuat warga terisolir. Malah nunggu a, b, c yang tidak jelas waktunya,” ucap pria yang akrab disapa Bah Didi, saat dihubungi melalui gawainya, Senin (8/3).

Bah Didi menambahkan, terputusnya jalur tersebut membuat akses masyarakat untuk beraktivitas menjadi terhambat dan otomatis ekonomi terganggu. “Saat ada peninjauan lokasi oleh Ibu Bupati Purwakarta, harapan masyarakat adanya keputusan penanganan jalur alternatif atau perbaikan darurat,” kata Bah Didi.
Terkait adanya jalur alternatif, sambungnya, baru kemarin dibuka dan sampai hari ini belum layak untuk dilalui terutama kemiringannya. “Jalan yang melintasi hutan bambu dengan kontur tanah yang terjal dan licin, terlebih saat turut hujan jalur tersebut sudah tidak bisa dilalui. Jangankan kendaraan, dengan berjalan kaki saja susah,” ujarnya.

Dirinya berharap, ada aksi cepat dari pemerintah terkait penanganan jalur utama menuju Kecamatan Sukasari agar masyarakat bisa kembali bisa beraktivitas normal kembali. “Jalan itu satu-satunya jalur dari Kecamatan Sukasari ke Purwakarta ataupun sebaliknya. Jadi saya harap penanganannya bisa lebih cepat, agar kami tidak terisolir kembali,” kata Bah Didi.

Dihubungi terpisah, Camat Sukasari, Muhammad Kosim mengatakan, terkait jalan tersebut masih dalam pembahasan secara teknis oleh Dinas Binamarga Kabupaten Purwakarta. “Mudah-mudahan bisa secepatnya eksekusi perbaikan jalur utama menuju Kecamatan Sukasari tersebut. Saat ini untuk beraktivitas, masyarakat bisa melalui jalur alternatif,” ujar pria yang akrab disapa Kosim itu.

Bagi warga yang melintas jalur alternatif, Kosim mengimbau agar selalu berhati-hati, terlebih saat hujan turun. Pasalnya kondisi jalan masih tanah merah. “Kami imbau warga yang melintas jalur alternatif agar ekstrahati-hati apalagi pada waktu hujan. Kalo dirasa kurang aman, bisa pake jalur memutar ke Loji, Kabupaten Karawang saja,” ucapnya.(add/sep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *