Ramadhan Segera Menyapa

Editor:

Oleh:

1.Drs. H. Priyono, M.Si.( Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS dan Takmir Masjid Al Ikhlas Desa Sumberejo,Klaten selatan)
2.Dra.Hj.Umrotun,MSi( Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Tinggal menghitung hari , kata Krisdayanti dalam potongan syair lagunya yang berjudul Menghitung Hari . Tamu special yang kita nanti akan datang ,Siapa lagi kalau bukan Bulan Ramadhan, bulan yang paling ditunggu-tunggu kedatangannya oleh Umat Islam di seluruh dunhia. Di saat itulah umat Islam sejagad menempatkan bulan ini dengan hikmat dan penuh ibadah, bisa dikata tiada hari tanpa ibadah, tiada hari tanpa shadakah dan berbuat kebaikan. Mereka memanfaatkan momen ini untuk investasi sebanyak banyaknya karena Allah telah memberikan pahala khusus dan memberikan predikat yang lebih tinggi.

Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bahwa ijtimak jelang Ramadan 1442 H terjadi pada Senin Pon, 12 April 2021 pukul 09.33.59 WIB sehingga tanggal 1 Ramadan 1442 H jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April 2021 M. Dengan demikian, kita akan akan mulai melaksanakan sholat tarawih pada Senin malam tanggal 12 April 2021. In syaa Allah.

Tidak terasa  kita akan bersua bulan Ramadhan, bulan mulia yang penuh berkah. Bulan teramat sakral, penuh pahala berlipat, penuh ampunan dan yang lebih dahsyat lagi diturunkannya Al Quran sebagai petunjuk, sebagai pengingat akan pedihnya siksa neraka dan memberikan kabar gembira bagi mereka yang mukmin karena selalu berbuat kebaikan, selalu memberi manfaat pada alam seisinya. Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya sebagai penghibur hati bagi seorang mukmin. Beribu keutamaan, pelipatgandaan pahala, dan terbukanya pintu ampunan Allah SWT memenuhi setiap ruang dan waktu saat Ramadhan. Sebagai seorang Geograf selalu diingatkan kajian obyek geografi dalam koridor ruang dan waktu akan nafas kajian keruangan selalu mewarnainya.

Bulan yang istimewa didalamnya diturunkan kitab suci Al Quran sebagai pembeda yang haq dan batil. Bulan suci yang penuh dengan rahmat, keberkahan, dan ampunan itu sudah semakin dekat. Pertanyaannya, sudakah kita menyiapkan diri menyambut kedatangan tamu istimewa tersebut?

Tidak semua orang berkesempatan bisa sampai menjumpai bulan tersebut dan kalaupun bisa berjumpa, tidak semua melaksanakan puasa meskipun mereka Islam. Kalaupun sampai umur kita dipertemukan di bulan Ramadhan, tidak semuanya bisa memanfaatkan dengan baik malah taka ada bedanya antara ada dan tiada. Mereka yang telah diberi nikmat bisa bertemu, nyatanya tidak semua yang berpuasa memperoleh hasil yang optimal. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW, “Bisa jadi ada yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan dahaga. Bisa jadi ada orang yang melakukan qiyam (Tarawih), tetapi hanya tidak tidur dan mendapat lelah.” (HR an-Nasai dan Ibn Majah). Jadi datangnya puasa harus dimaknai dengan sungguh sungguh tidak seperti pergantian bulan dalam satu tahun.

Hasil puasa yang sia-sia tersebut kemungkinan,salah satu penyebabnya adalah kurangnya persiapan dalam menjalani ibadah selama Ramadhan. Persiapan ini sangat amat penting. Contohnya seringkali kita jumpai seseorang karena berbagai kesibukan, di hari Jumat, saat azan berkumandang di masjid , masih ada yang tidak menghiraukan bahwa panggilan sholat jumat telah datang, mereka terlena tahu-tahu sudah azan, padahal dia belum siap berangkat untuk sholat Jumat (belum mandi-lah, belum ganti baju-lah, belum wudhu-lah) sehingga akhirnya terlambat ke Masjid, ibadahpun jadi kemrungsung, kesusu, tidak khusuk, tidak sempurna. Kondisi ini sangat kontras denga di Mekah dan Madinah, begitu panggilan sholat dikumandangkan, segala aktivitas dihentikan untuk menuju ke satu titik yaitu masjid. Subhanalloh. Mengapa bisa terjadi demikian? Tidak lain karena tidak adanya persiapan diri beberapa saat sebelumnya waktu ibadah datang. Oleh karena itu, maka dalam hal Ibadah Ramadhan kita perlu menyiapkan diri sejak jauh-jauh hari sebelumnya agar pada saatnya tiba bulan Ramadhan, kita dapat beribadah dengan sebaik-baiknya dan memperoleh hasil yang optimal. Kalau sesorang yang punya hajad menikahkan anaknya perlu waktu berbulan bulan tetapi ketika kita menyambut bulan suci yang penuh keistimewaan, malah tanpa persiapan yang sempurna.

Mari kita teladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan Ramadhan. Sebelum Ramadhan tiba, Rosulullah SAW dan para sahabat telah menyemarakkan puasa sunah. Sebagaimana diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid, bahwa, “Rasulullah SAW melakukan puasa sepanjang bulan Sya’ban atau melakukan puasa pada bulan itu kecuali beberapa hari saja beliau tidak melakukannya (HR. Bukhari-Muslim).

Rosulullah SAW juga memperbanyak doa, salah satu munajat Beliau adalah: “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku pada bulan Rajab dan Sya’ban dan panjangkanlah usiaku agar aku sampai ke bulan Ramadhan”. Doa lain Rosul yang terkait dengan persiapan ramadhan adalah : “Ya Allah , mohon hadirkan awal ramadhan kepada kami dengan penuh ketentraman, dan dengan penuh kekuatan iman, sehat dan selamat dan dengan kekuatan Islam Rabbi wa Rabbukallah. Sedangkan para sahabat menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan sekaligus keharuan. Gembira karena berkesempatan untuk memperbanyak pahala dan memperoleh ampunan, tapi juga terharu karena Allah SWT memanjangkan usia mereka untuk berjumpa dengan Ramadhan. Para ahli tarikh Islam melukiskan bahwa para sahabat menunggu kedatangan Ramadhan, ibarat calon manten anyar yang sedang menunggu hari pernikahan, penuh dengan harap-harap cemas. Karenanya, rasulullah SAW dan para sahabatnya telah mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan persiapan fisik dengan memelihara kesehatan, maupun persiapan rohani dengan meningkatkan ibadah-ibadah sunnah sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Ramadhan adalah tamu agung yang kedatangannya kita nanti-nantikan. Layaknya mempersiapkan acara akbar menyambut tamu kehormatan, maka berbagai persiapan harus dilakukan Mari persiapan hati dengan membersihkannya, dengan saling memaafkan, banyak berdoa, dan bergembira dengan datangnya Ramadhan. Mari persiapkan ilmu terkait ibadah ramadhan agar ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Dan mari persiapkan amal (membiasakan puasa, sholat malam, bershodaqoh) agar nanti ketika Ramadhan kita sudah terbiasa dengan amal tersebut. Kita amalkan ibadah yang unggul dan terseleksi agar kelak akan menjadi tabungan kita di hari akhir, mumpung masih diberi nikmat sehat

Ingat Ramadhan maka ingat ibadah unggulan
Ingat Ramadhan ingat kebaikan
Ingat Ramadhan ingat surga
Ingat Ramadhan ingat taqwa
Ingat Ramadhan ingat selalu memberi manfaat bagi alam seisinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.