oleh

Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha beserta Keutamaannya untuk Melapangkan Rezeki

Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha beserta Keutamaannya untuk Melapangkan Rezeki

Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha beserta Keutamaannya
     Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha beserta Keutamaannya

Tata cara dan niat sholat dhuha beserta keutamannya yang sangat banyak dan untuk bersedekah kepada tubuh di pagi hari. Tidak jauh berbeda antara shalat sunnah lainnya dengan tata cara sholat Dhuha.

Tata cara dan niat sholat dhuha beserta keutamaannya tentu sangat dicari oleh umat muslim yang mengerjakan shalat dhuha di pagi hari. Jumlah rakaat yang ada pada sholat dhuha ialah minimal 2 rakaat, 4 rakaat dan tidak terlalu berat juga pelaksanaannya jika mengetahui tata cara niat sholat dhuha dan keutamaannya.

Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan, sebab memiliki berbagai fadhilah di dalamnya, Jika kita tahu tata cara dan niat sholat dhuha beserta keutamannya, maka kita senantiasa melakukan sholat dhuha sebelum bepergian di pagi hari

Pagi Hari Ada Anggota Tubuh yang Wajib Diberikan Sedekah

Berdasar Hadit’s Riwayat Muslim, Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

“ Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.

Tata Cara Sholat Dhuha dan Lafadz Niat Bacaan Sholat Dhuha 

Bacaan niat sholat dhuha

Ushalli Sunnatal Dhuha Rak’ataini Lillaahi Ta’alaa. 

(Dibaca dalam hati ketika takbiratul ikhram): Aku/sengajaku/sahajaku niat sholat sunah Dhuha dua raka’at, karena Allah ta’ala.

Bacaan Sholat Dhuha

Sholat dhuha gerakan dan lainnya tidak jauh berbeda dari sholat sunnah pada umumnya, akan tetapi pada bacaan sebaiknya dibaca:

Surah yang Dibaca Ketika Sholat Dhuha

Pada rakaat pertama setelah Al-fatihah, dibaca Surah As-Syams. (Kalau tidak hafal diganti Al-Kafirun)

Berkas:Ash-Shams.png

Pada rakaat kedua setelah Al-fatihah. dibaca Surah Ad-Dhuha (Kalau tidak hafal diganti Al-Ikhlas)

Berkas:Ad-Dhuha.png

Wallahua’lam

Do’a Setelah Sholat Dhuha dan Artinya

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Dalam tulisan latin: “Allahumma innad dhuha-a dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin”.

Artinya: “Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh”.

  • Dalam Fatwa Mufti Markaz Al Fatawa – Asy Syabkah Al Islamiyah, Dr ‘Abdullah Al Faqih, Fatwa no. 53488, 1 Sya’ban 1425, diterangkan:

do’a Dhuha seperti ini (“Allahumma innadhuha dhuha-uka, wal bahaa baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka …dst) tidak ditemukan dalam berbagai kitab yang menyandarkan doa ini sebagai hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Do’a seperti itu ditulis oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin, namun doa ini tidak dikatakan sebagai hadis.

Keutamaan Sholat Dhuha:

Mengikuti sunnah Rasulullah . Wasiat Nabi kepada Abu Hurairah radhiyallahu anh:

أوْصاني خَلِيلي – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاثٍ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ أيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَي الضُّحَى، وَأنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أنَامَ

Artinya: “Kekasihku Rasulullah  berwasiat kepadaku untuk melaksanakan tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, shalat witir sebelum tidur”.  (HR Bukhari)

Rasulullah  bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barang siapa menjaga shalat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan”. (H.R Hakim)

Allah bersabda dalam hadits Qudsi:

اِبْنَ آدَمَ ، اِرْكَعْ لِيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Artinya: “Wahai anak Adam, ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu”. (H.R Ahmad)

Wallahhua’lam. (Re/JUNI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *