Menjelang RUPS, Direksi Panik dan Karyawan BUMD PT SS ‘Dirumahkan’

SUBANG-Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sejumlah karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Subang Sejahtera untuk sementara ‘dirumahkan’. Pasundan Ekspres mencoba mengkonfirmasi ke karyawan PT SS yang enggan disebutkan namanya, namun hal itu dibenarkan.

“Ya untuk sementara kita di di rumah dulu. Ada yang kena Covid juga. Tapi kabarnya juga nunggu nanti hasil RUPS bagaimana,” ujar salahsatu karyawan, Selasa (12/4).

Namun para direksi kini tengah menyiapkan persiapan RUPS yang rencananya digelar Jumat (16/4) di Fave Hotel. Sebelumnya seluruh direksi dipanggil untuk dievaluasi oleh Bupati melalui asisten daerah dan Bagian Ekonomi. Direksi pun panik karena bupati menegur keras karena kinerja BUMD tersebut kurang memuaskan.

Kabar itu dibenarkan oleh Direktur Operasional Rohmani. “Ya kita sedang mempersiapkan RUPS. Menyampaikan RKAP dan laporan tahun buku 2020,” ungkap Rohmani. Menindaklanjuti perintah Bupati Subang sebagai pemegang saham. Setelah sebelumnya dilakukan audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

Rencana RUPS ditunda beberapa waktu. Bupati memerintahkan agar BUMD itu diaudit oleh akuntan publik. Pasundan Ekspres belum berhasil mendapatkan dokumen gambaran umum hasil audit berupa Agreed Upon Procedure (AUP). Hanya saja berdasarkan sejumlah sumber terpercaya, kinerja BUMD SS ini belum memuaskan. Beban biaya operasional yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan.

Sejumlah usaha yang kini dikelola oleh BUMD itu berupa pengadaan beras untuk program BPNT, pengadaan pupuk bekerjasama dengan Pupuk Kujang dan keterlibatan dalam pembangunan di Pelabuhan Patimban.

Atas kinerja tersebut, beredar kabar bahwa pemegang saham membuka opsi untuk pergantian direksi. “Tapi semua keputusan tentu nanti di RUPS. Saya tidak bisa mendahului,” ujar Kabag Ekononi, Tarwan beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, BUMD PT SS merupakan pemegang saham 2,97 persen dari BUMD MUJ ONWJ Jabar. PT SS akan menerima bagi hasil usaha kinerja Pertamina ONWJ yang di antaranya beroperasi di laut Pantura Subang. Dalam satu tahun, PT SS akan menerima lebih dari Rp3 miliar. Dana tersebut bisa digunakan untuk modal usaha perseroan. Bisa juga disetorkan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.